PT KP PRESS | Kenaikan Dibatasi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

PT KP PRESS SURABAYA – Melemahnya dolar AS dan keprihatinan akan pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan yang disebabkan oleh pandemik Covid – 19 membantu pasar emas meraih kembali kerugian pada minggu lalu.

Emas berjangka bulan Desember diperdagangkan di $1,978.20 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.030.000,-.

Pasar saham Amerika relatif netral pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai dengan indeks saham Dow Jones memulai minggu yang baru dengan naik 5 poin.

Hal yang positip bagi metal berharga pada saat ini adalah tekanan jual terhadap dolar AS. Indeks dolar AS terakhir diperdagangkan turun 0.15% dibawah 93. Sebagian analis melihat potensi dolar AS semakin turun dalam jangka pendek.

Dolar AS turun 4 hari berturut-turut dan apabila menembus 93.05 akan membuka jalan menuju 92.52.

Selain melemahnya dolar AS, emas mendapatkan permintaan safe-haven karena berita ekonomi yang mengecewakan dari Asia. Jepang mengatakan bahwa akibat dari coronavirus, ekonomi negara itu terkontraksi hampir 28% pada kuartal kedua, kejatuhan paling buruk dalam sejarah Jepang.

Sementara dolar AS yang tertekan and permintaan safe-haven memberikan momentum positip bagi emas, sebagian analis mengatakan bahwa kenaikan harga emas dibatasi dengan meningkatnya imbal hasil obligasi AS pada saat memulai minggu yang baru.

Pemulihan imbal hasil obligasi AS akan membatasi minat terhadap metal kuning dengan para investor sekarang mempertanyakan apakah ada potensi kenaikan yang berkelanjutan diatas $2,000 per ons. Jadi meskipun harga emas mengalami kenaikan yang solid, sebagian analis mencatat bahwa pasar masih harus mengetes level “resistance” yang kritikal. Kecuali emas bisa menembus batas $2,015 per ons, emas akan tetap berada di fase konsolidasi.

“Resistance” terdekat berada di $1,994 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,015. Sementara “support” terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,932 dan kemudian $1,919. PT KP PRESS

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting