Minggu Dengan Volatilitas Tinggi, Kemana Harga Bergerak? | PT KP PRESS

PT KP PRESS SURABAYA – Meskipun secara keseluruhan outlook terhadap emas adalah “bullish”, harga emas yang bergerak sangat volatile pada minggu lalu, membuat para investor dan trader emas bertanya-tanya kemana arah pergerakan harga emas dan mereka mencoba memikirkan ulang strategi trading mereka sementara emas bergerak dari kerendahan dan ketinggian disekitar $1,900 per ons.

Terakhir pada minggu lalu, emas berjangka kontrak bulan Desember di Comex diperdagangkan pada $1,965.80 per ons.

Minggu ini harga emas kemungkinan masih akan bergerak sangat volatile dengan banyaknya hal yang kemungkinan akan terjadi mempengaruhi harga emas, dari valuasi pasar saham, komentar Gubernur the Fed, pemilihan Presiden di bulan November dan lainnya yang membuat agak sulit untuk melakukan trading. Terlebih lagi dengan volume trading yang sangat tipis pada liburan musim panas dan banyaknya trader yang memilih untuk “wait and see”. Setiap berita bisa memicu pergerakan yang volatile.

Untuk para investor, perlu menjaga emosi dan mempertahankan posisi emas hanya sebagai bagian dari penyeimbang portofolio investasi. Bagi para trader, perlu melihat secara perspektif makro karena apabila salah posisi bisa terbawa kepada “floating loss” yang cukup jauh dan untuk itu perlu memperhitungkan modalnya cukup untuk memenuhi “margin call”.

Salah satu yang membuat pasar emas menjadi volatile adalah kebingungan yang terjadi di pasar yang disebabkan oleh pernyataan dari Gubernur the Fed Powell pada pidatonya di symposium Jackson Hole dimana Powell memperkenalkan pendekatan baru dalam kebijakan moneternya yang mengijinkan inflasi dan employment naik lebih tinggi lagi. Hal ini mengandung arti bahwa tingkat bunga akan tetap rendah selama beberapa tahun ke depan.

Namun kemudian Powell berkata bahwa jika inflasi menjadi terlalu panas, bank sentral AS ini akan mengambil langkah untuk menurunkannya. Ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya.

Meskipun terjadi kebingungan di pasar karena pernyataan dari Powell, gambaran makro secara keseluruhan adalah positip bagi emas. The Fed masih akan tetap sangat akomodatif paling tidak sampai tahun 2021 sampai ekonomi mulai pulih kembali. Dalam situasi ini harga emas masih akan naik.

Dari data makro ekonomi, angka yang paling akan mempengaruhi pergerakan harga emas minggu ini adalah data “employment”. Angka “employment” yang rendah bisa menggerakkan harga emas naik lebih tinggi karena ekspektasi bahwa the Fed akan memompa lebih banyak likuiditas ke pasar keuangan. Pasar memperkirakan pada bulan Agustus ini akan bertambah 1,5 juta pekerjaan. Apabila ternyata angka yang keluar lebih tinggi daripada yang diperkirakan, maka harga emas bisa turun kembali.

Kenaikan harga emas bisa mencapai $2,000 lagi apabila berhasil menembus “resistance” $1,975 per ons. Namun harga emas bisa turun ke bawah $1,900 apabila berhasil menembus “support” $1,920. PT KP PRESS

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting