Rekomendasi Mingguan Emas 17–21 Mei 2021: Emas Siap Menembus $1,850, Apa Alasannya? | PT KP PRESS

PT KP PRESS SURABAYA – Minggu lalu, harga emas naik pada perdagangan akhir minggu ke $1.843 per ons, mendapatkan dukungan dari laporan ekonomi AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan sehingga menekan dollar AS turun. Selain itu naiknya harga minyak mentah juga menambah dorongan naik harga emas disamping grafik tehnikal yang bullish terus mengundang para trader futures masuk membeli emas.

Para analis sedang mengamati level $1,850 dengan seksama pada saat tekanan inflasi mulai memanas, sementara Federal Reserves AS tetap bertahan sabar dan mempertahankan kebijakan moneter yang ultra longgar ditengah outlook ekonomi yang tidak pasti.

Para analis mengatakan bahwa emas adalah tempat yang menarik dengan semakin banyak investor mencari perlindungan terhadap inflasi. Minat yang baru terhadap emas muncul setelah CPI tahunan AS naik 4.2% pada bulan yang lalu, kenaikan yang paling signifikan di dalam 13 tahun. Selain itu, pada hari Kamis minggu lalu, Producer Prices AS naik 6.2% setahun, kenaikan terbesar yang pernah dicatat.

Namun, meskipun inflasi meningkat, masih terlalu pagi untuk mengatakan apakah sifatnya permanen atau transitory, yang sesuai dengan ekspektasi dari Federal Reserve.

Sementara harga komoditi terus naik, di dalam ekonomi global masih ada kapasitas untuk mengakomodasi siklus pasar bullish yang baru.

Federal Reserve kelihatannya masih melihat angka inflasi yang terakhir ini masih tidak bermasalah.

Sementara inflasi naik dan bank sentral AS tetap mempertahankan kebijakan moneternya yang ultra longgar, hanya masalah waktu bagi harga emas untuk terdorong naik ke atas $1,850 per ons. Jika harga emas bisa menembus level $1,850 maka target primer berikutnya adalah mencapai ketinggian di bulan Januari di atas $1,900.

Naiknya inflasi akan mendorong yields obligasi AS naik dengan para trader fixed-income mulai mengantisipasi naiknya tingkat bunga.

Sementara setiap penurunan harga emas karena naiknya yields obligasi AS adalah kesempatan untuk membeli di harga yang rendah.

Ketidakpastian ke depan sangat tinggi. Itu sebabnya the Fed akan ragu-ragu untuk memperketat kebijakan moneternya dan hal ini adalah baik bagi emas. Dan bahkan jika the Fed melakukan pengetatan, tidak diragukan lagi bahwa tingkat bunga riil masih akan tetap berada pada teritori negatip dan hal ini memberikan lingkungan yang baik bagi kenaikan harga emas.

Naiknya yields obligasi AS yang menyentuh 1.7% telah menahan emas dari kenaikan menembus ke atas $1,850 per ons. Namun, meskipun yields obligasi AS naik ke 1.7% , level ini masih 2.5% lebih rendah dari tingkat inflasi sekarang ini.

Selain level inflasi saat ini bisa menjadi pendorong naik bagi harga emas, untuk minggu ini, ketegangan geopolitik yang terus meningkat dengan bertambah-tambahnya konflik antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza akan bisa menarik permintaan safe-haven yang baru terhadap emas.

Dengan kondisi di atas, minat spekulatif terhadap emas mengalami pembaharuan. Hal ini berarti lampu hijau bagi harga emas untuk naik lebih tinggi.

Namun sementara pasar emas sedang mengalami momentum bullish yang baru, baik karena lingkungan yang bersifat inflasi maupun karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, perlu dicatat bahwa emas terus menghadapi badai saat ini, berupa meningkatnya kompetisi dari cryptocurrency. Jika tidak ada kompetisi dari bitcoin, harga emas pada saat ini sudah melewati $1,850 per ons. Dengan harga tembaga telah mencetak rekor tertinggi sepanjang waktu, harga emas seharusnya sudah diperdagangkan di sekitar $2,300 per ons apabila tidak ada kompetisi yang semakin meningkat dari cryptocurrencies.

Sementara itu, dengan semua mata tertuju kepada inflasi, investor juga berminat untuk mengetahui apa yang ada dalam pikiran dari Federal Reserve melalui risalah pertemuan FOMC mengenai kebijakan moneter AS.

Rilis data utama pada minggu ini adalah risalah pertemuan FOMC Federal Reserve, yang akan dikeluarkan pada hari Rabu waktu AS, dari keputusan tingkat bunga di bulan April yang lalu. Waktu itu, the Fed menekankan bahwa inflasi adalah bersifat transitory dan bahwa ekonomi masih panjang perjalanannya. Sementara angka NFP menunjukkan rintangan di perjalanan dan keprihatinan akan kenaikan harga meningkat.

Namun risalah pertemuan ini akan di update sampai menit terakhir sehingga mengijinkan para pejabat the Fed untuk menyampaikan pesan terbaru kepada pasar. Jika anggota the Fed menyatakan keprihatinannya mengenai memanasnya ekonomi yang lebih dari yang seharusnya, dollar AS bisa mengalami kenaikan yang akan menekan harga emas. Namun, jika sebagian menyatakan kekuatiran yang lebih dalam mengenai pemulihan ekonomi dan employment, dollar AS bisa turun yang akan mendorong naik harga emas.

Pasar juga akan mengikuti klaim pengangguran mingguan yang diperkirakan tetap mengarah turun dan PMI pendahuluan dari Markit juga akan mendapatkan perhatian pasar, namun fokus tetap pada apa yang dipikirkan oleh the Fed.

“Support” terdekat menunggu di $1,818 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,800 dan kemudian $1,775. “Resistance” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,889 dan kemudian $1,918. PT KP PRESS

vibiznews.com