Rekomendasi Mingguan Emas 5 – 9 April 2021: Memasuki Kuartal ke 2 dengan Lebih Baik, Bisakah Berlanjut? | PT KP PRESS

PT KP PRESS SURABAYA – Kuartal pertama tahun ini menjadi kuartal terburuk bagi emas dalam lebih dari empat tahun dan hampir empat dekade. Meskipun demikian emas memasuki hari pertama dari kuartal ke dua dengan posisi yang jauh lebih baik. Bisakah berlanjut?

Emas turun 10% sekitar $190 di kuartal pertaman tahun ini yang menandakan permulaan yang terburuk selama 39 tahun. Ini juga merupakan pencapaian harga yang paling negatip di setiap kuartal sejak kuartal keempat dari tahun 2016.

Meskipun banyak berita – berita yang mengecewakan, kenaikan harga emas menunjukkan ketangguhannya dengan berhasil naik setelah jatuh ke bawah $1,680 per ons pada minggu lalu. Saat ini emas Comex berjangka bulan Juni diperdagangkan di sekitar $1,728.00, naik 0.72 persen dalam sehari.

Namun sampai saat ini masih belum ada katalisator yang jelas untuk kenaikan harga emas lebih lanjut secara signifikan, meskipun harga emas sudah naik dari $1,680 ke $1,728. Kelihatannya rentang harga akan terbatas.

Emas terus mengikuti gerakan dari yields AS dimana apabila yields treasury 10 tahun AS naik, emas turun dan sebaliknya.

Selain itu, emas juga digerakkan oleh dollar AS. Dolar AS digerakkan oleh ekonomi AS. Sementara Eropa sedang mengalami penutupan kembali, AS kemungkinan akan sepenuhnya mengalami vaksinasi pada bulan Mei. Itu sebabnya ekonomi AS akan membaik. Selain itu rencana untuk mengeluarkan dana lebih banyak melalui belanja infrastruktur akan membuat segala sesuatu menjadi lebih baik.

Sekalipun demikian emas kemungkinan belum memperoleh daya tariknya sampai kuartal terakhir dari tahun ini. Emas perlu melihat bagian dunia yang lain mengalami pemulihan ekonomi selain yang dialami oleh AS, yang akan bisa memicu berbalik turunnya dollar AS.

Hal lain yang bisa merintangi kenaikan harga emas adalah popularitas dari matauang crypto, bitcoin dan selain itu dampak dari naiknya saham juga tidak bisa dianggap enteng. Semua ini merintangi minat terhadap emas. Sekarang sudah semakin banyak orang yang memandang crypto currencies sebagai sarana lindung nilai. Sementara itu, sekarang tidak ada katalisator makro yang besar bagi emas yang bisa mengangkat naik harga emas melewati $1,800.

Problem rendahnya harga emas bukan hanya karena turunnya harga obligasi dan naiknya yields AS. Dengan begitu banyaknya stimulus yang sudah beredar, emas seharusnya sudah menunjukkan pencapaian yang lebih baik. Level harga emas di $1,700 per ons tidak masuk akal. Dan yields obligasi AS 10 tahun seharusnya tidak berdampak sebegitu banyak terhadap harga emas. Penyebab yang memukul harga emas menjadi turun lebih banyak adalah cryptocurrencies.

Dari segi tehnikal, emas kelihatan lebih baik. Ada potensi kenaikan yang signifikan. Dan kemungkinan ada tekanan inflasi. Sementara the Fed tetap mengatakan setiap kenaikan harga pada tahun ini bersifat sementara.

PMI Jasa dari ISM akan dipublikasikan setelah statistik NFP keluar. Jika komponen harga naik terlalu cepat, dollar kemungkinan akan naik karena ada ekspektasi tingkat bunga akan dinaikkan. Angka PMI Jasa AS kemungkinan akan keluar di 57.4 naik dari sebelumnya 55.3 di bulan Februari.

Sebaliknya risalah pertemuan FOMC yang akan keluar pada hari Kamis kemungkinan akan membebani dollar AS. Para pejabat the Fed terus konsisten berjanji akan mendukung penuh ekonomi sampai bisa berdiri sepenuhnya.

Klaim pengangguran mingguan juga masih menarik perhatian dan investor ingin melihat penurunan lebih lanjut yang memberikan bukti naiknya rekrutmen pekerjaan di AS.

“Support” terdekat menunggu di $1,720.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,700.00 dan kemudian $1,685.70. “Resistance” terdekat menunggu di $1,737.26 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,745.20 dan kemudian $1,774.01. PT KP PRESS

vibiznews.com