Turun Meskipun Keengganan Terhadap Resiko Meningkat | PT KP PRESS

PT KP PRESS SURABAYA – Harga emas turun cukup dalam pada awal perdagangan sesi AS kemarin. Metal safe-haven tidak mendapatkan penambahan permintaan ditengah aksi jual yang melanda pasar saham global.

Emas berjangka kontrak bulan Oktober turun $43.60 pada $1,909.60 per ons. Sementara emas Antam di tawarkan beli pada Rp 1.024.000,- per gram, naik Rp 1000,-

Pasar saham global mengalami penurunan dalam perdagangan semalam, dengan indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko sedang kembali ke pasar. Kematian dari Ruth Bader Ginsburg Supreme Court AS membuat kegaduhan di Kongres AS mengenai kapan hakim yang baru akan dipilih dalam suatu pemungutan suara? Hal ini membuat debat yang panas dan fokus mengenai paket stimulus fiskal yang baru menjadi mundur ke belakang.

Naiknya kasus Covid – 19 secara signifikan di Eropa, khususnya di Inggris membuat banyak orang yang berpikir zona Euro akan kembali mengalami banyak bisnis di lockdown ditengah infeksi gelombang kedua. Selain itu meningkatnya ketegangan politik antara AS dengan Cina membuat para trader dan investor menjadi lebih cemas.

Hal penting diluar pasar metal adalah naiknya indeks dolar AS dan turunnya harga minyak mentah Nymex yang diperdagangkan disekitar $40. Kedua pasar kunci ini memberikan tekanan “bearish” bagi pasar metal berharga.

Penurunan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,878.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,865.00 dan kemudian $1,836.00. Sedangkan kenaikan kembali harga emas akan berhadapan dengan “resistance” yang solid di $1,920.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,930.00 dan kemudian $1,954.10. PT KP PRESS

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting