during the Barclays Premier League match between Leicester City and Arsenal at The King Power Stadium on August 31, 2014 in Leicester, England.

during the Barclays Premier League match between Leicester City and Arsenal at The King Power Stadium on August 31, 2014 in Leicester, England.

 KontakPerkasa Futures, Keberadaan Leicester City di puncak klasemen Premier League disebut sang manajer, Claudio Ranieri, sebagai anomali yang akan segera diusik oleh klub-klub besar.

Sampai dengan 17 pertandingan Premier League sejauh ini Leicester mampu bercokol di posisi teratas klasemen dengan 38 poin, unggul dua poin dari Arsenal yang menjadi pengejar terdekat.

Manchester City pun tidak berjarak jauh-jauh amat di peringkat ketiga dengan 32 poin, dengan Manchester United yang musim lalu finis keempat sekarang ada di posisi lima dengan 29 poin.

Sementara itu juara bertahan Chelsea masih terpaku di peringkat 15 dengan 18 poin, walaupun pergantian manajer tampak sudah berimbas positif dengan klub London itu menang 3-1 atas Sunderland akhir pekan lalu.

“Pada saat ini kami adalah anomali, juga berkat kenyataan bahwa tidak satu pun klub besar yang bermain pada level yang tepat, tapi tidak akan selamanya begitu,” ucap Ranieri kepada dagospia.com yang dikutip Football Italia.

“Saya yakin benar dengan hal tersebut, sebagai contoh Chelsea akan segera kembali menapaki jalan ke atas dan saya juga terkesan dengan teman saya Arsene Wenger di Arsenal,” sebutnya. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.