Rio Trek di Monako Tak Kenal Ampun KontakPerkasa Futures, Rio Haryanto antusias menyambut balapan GP Monako. Menurut Rio, karakter sirkuit jalan raya Monte Carlo yang sempit membuatnya tak boleh membuat kesalahan sekecil apapun.

Sirkuit Monte Carlo bukanlah trek yang baru bagi Rio. Sebelum naik level ke Formula 1, dia pernah membalap di sana saat masih berkompetisi di GP2. Pencapaian terbaik Rio di Monako adalah finis ketiga dalam sprint race pada tahun 2014.

“Ini adalah pengalaman yang benar-benar unik, yang saya ketahui dari balapan GP2 di sini. Saya pernah berada di podium Monako setelah finis di tempat ketiga pada tahun 2014 dan atmosfer serta suasana orang-orang sekitar sangat luar biasa,” ujar Rio dalam rilis yang diterima detikSport.

Pada akhir pekan ini, Rio untuk pertama kalinya akan menjajal Sirkuit Monte Carlo dengan menggunakan mobil F1.

“Meskipun kami memiliki ambisi yang lebih realistis akhir pekan ini, semua orang tahu bahwa balapan di sini menciptakan peluang-peluang yang tidak ada di tempat lain – terutama jika hujan, yang diperkirakan akan turun pada hari Minggu,” kata Rio.

Sirkuit Monte Carlo memiliki panjang 3,337 km dan 19 tikungan. Para pebalap tak akan punya banyak ruang untuk menyalip karena sempitnya lintasan balap. Posisi start pun menjadi amat penting.

“Ini pengalaman yang luar biasa untuk seorang pebalap. Satu putaran terasa begitu cepat dan lewat dalam sekejap, tapi pada saat yang sama Anda terkesima ketika menguasai setiap tikungan,” tutur Rio.

“Hal ini membutuhkan setiap fokus Anda karena ini sebuah trek yang tak kenal ampun; kedekatan dengan tembok berarti satu kesalahan kecil bisa sangat mahal dan di sisi lain juga bisa menjadi hal positif jika Anda bisa mengemudi dengan baik,” katanya. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.