Employees work on electronic cigarettes at a production line in a factory in Shenzhen, southern Chinese province of GuangdongDi tengah meningkatnya regulasi global terhadap penggunaan tembakau dan meningkatnya kesadaran masyarakat tetang bahaya merokok, munculah inovasi baru Rokok Elektronik. Inovasi tersebut menjadikannya industri baru yang sedang berkembang.

Rokok elektronik tersebut diciptakan oleh seorang peneliti medis Cina sekitar satu dekade yang lalu. Rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang memungkinkan pengguna mensimulasikan merokok dengan menguapkan nikotin cair (antara aditif lainnya), tetapi sebenarnya tidak memiliki tembakau.

Mengutip laman Forbes, Jakarta, Kamis (29/5/2014), sejak pertama kali dirilis di pasar konsumen pada tahun 2005, pasar rokok elektonik global berkembang pesat.

Di Amerika Serikat, penjualan Rokok Elektronik telah tumbuh dalam  rata-rata tahunannya sekira 115 persen dalam periode 2009-2012. Diperkirakan pasar global untuk rokok elektronik akan meningkat hingga USD10 miliar di tahun 2017.

Beberapa analis juga memprediksikan rokok elektronik memberikan pukulan kepada rokok yang dibakar dalam sepuluh tahun. Selain itu, lebih dari 95 persen rokok elektronik di seluruh dunia diproduksi di Shenzhen China.

Implikasi dari pasar rokok elektronik global yang terus meningkat untuk penggunaan tembakau di China, salah satunya masalah kesehatan masyarakat terbesar di China adalah penggunaan tembakau.

Sekitar 1,2 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau di negara ini. Tapi penggunaan rokok elektronik masih sebagian kecil dari bisnis rokok China yang sekira USD 200 miliar.

Namun, kurangnya regulasi pasar dan hambatan rendah untuk hasil masuk pasar dalam persaingan sengit dan menyusut margin keuntungan membuat rokok elektronik belum benar-benar aman.

Rokok elektronik memang belom populer di negaranya sendiri yaitu China, tetapi potensi pasar untuk rokok elektronik sangat besar.

Jika hanya 1 persen dari populasi merokok China beralih ke rokok elektronik, itu sekira 3,5 juta pengguna rokok elektronik.

Pada bulan April, China melarang Partai dan pejabat pemerintah dari merokok di tempat umum atau selama kegiatan resmi. Tantangan besar yang dihadapi China dalam menegakkan larangan tersebut dapat mendorong para pejabat lainnya untuk beralih ke rokok elektronik sebagai alternatif, yang pada gilirannya dapat menciptakan kuat “efek demonstrasi ” bagi orang-orang biasa untuk mengikutinya.

Artikel: kontakperkasa futures.