Roma Menang, Spalletti Soroti Lemahnya Konsentrasi Tim KontakPerkasa Futures, Meski AS Roma memetik kemenangan atas Sampdoria, ada yang mengganjal pikiran Luciano Spalletti. Spalletti menilai timnya perlu perbaikan secara mental.

Roma menang tipis 2-1 kala menjamu Sampdoria di Olimpico, Senin (8/2/2016) dinihari WIB tadi. Giallorossi unggul dua gol lebih dahulu lewat Alessandro Florenzo dan Diego Perotti, lantas kecolongan melalui gol bunuh diri Miralem Pjanic.

Statistik menunjukkan Roma sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 54%-46%. Mereka juga melepaskan lebih banyak tembakan, yakni 13 kali berbanding 10 kali. Tapi sebagian besar peluang Roma gagal dimaksimalkan.

Oleh karena itu sepanjang pertandingan mereka bahkan cuma mencatatkan empat upaya tepat sasaran. Jumlah ini sama dengan milik Sampdoria, yang bahkan masih lebih baik karena punya satu upaya lain membentur mistar di akhir pertandingan.

Spalletti mengakui timnya justru menurun saat seharusnya bisa mengamankan pertandingan. Terbuangnya peluang-peluang juga jadi sebuah kekecewaan tersendiri.

“Roma harus menjelaskan apa yang kami inginkan. Karena belakangan ketika kami yakin bahwa kami menempuh jalan yang benar, kami tiba-tiba berputar balik,” kata Spalletti kepada Mediaset.

“Hari ini kami sempat masuk ke sebuah laga yang cukup nyaman untuk dikontrol, kami cuma perlu menjaga bola. Kemudian ada momen kebingungan dan semua pekerjaan bagus di awal hampir saja menguap.”

“Untungnya kami menang, kami kami bisa saja dengan mudah tersusul di akhir laga. Tapi sejujurnya, tim ini memang layak mendapatkan kemenangan karena kami membuang banyak peluang untuk menambah gol,” tambahnya seperti dikutip Football Italia.

Spalletti menyebut aspek mental Roma memang perlu pembenahan. Dia mengakui timnya justru kerap canggung saat dalam posisi memimpin hingga kemudian melakukan kesalahan atau memberikan celah kepada lawan.

“Kami tidak bisa mengalami penurunan-penurunan seperti ini di satu laga. Itu adalah sebuah tanda kami punya banyak tugas secara psikologis,” ujar pelatih berkepala botak ini.

“Sampdoria berkembang seiring laga berjalan, karena mereka punya sejumlah pemain bertalenta saat memegang bola. Tapi kami seharusnya bisa lebih ketat dan melindungi pertahanan dengan gelandang,” demikian dia. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.