A trader works with telephone receivers in the crude oil and natural gas options pit on the floor of the New York Mercantile Exchange  in New YorkIndeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil mencetak rekor. Data manufaktur Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong pergerakan Wall Street.

Saham industri dan bahan mentah menguat paling tinggi, namun saham seperti teknologi harus melemah karena terbebani oleh saham Apple dan Google.

Institute for Supply Management mengoreksi data pertumbuhan sektor manufaktur AS di bulan Mei menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Awalnya Wall Street melemah setelah merespons hasil tersebut, dan membuat Indeks S&P 500 langsung jatuh ke zona merah.

“Pasar akhir-akhie ini lebih fokus ke berita ekonomi dan pasar obligasi, tapi hari ini kita melihat adanya pembalikan arah setelah koreksi data oleh ISM,” kata direktur hedge fund LibertyView Capital Management Rick Meckler seperti dikutip Reuters, Selasa (3/6/2014).

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow naik 26,46 poin atau 0,16 persen ke level 16.743,63. Indeks S&P 500 bertambah 1,40 poin atau 0,07 persen ke level 1.924,97, namun hanya Indeks Komposit Nasdaq yang melemah 5,42 poin atau 0,13 persen ke level 4.237,20.

Artikel: kontakperkasa futures.