Saham Asia Perpanjang Penurunan Mingguan Disela Meningkatnya Ketegangan UkrainaSaham Asia melemah pagi ini (8/8), dengan indeks patokan regional memperluas kerugian mingguannya disela meningkatnya ketegangan Ukraina yang dibayangi tanda-tanda pemulihan ekonomi AS.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,5 persen ke 145,35 pukul 09:30 pagi di Tokyo, di jalur untuk kerugian 1,6 persen minggu ini dan penutupan terendah sejak 27 Juni. Rusia mulai melakukan pembalasan terhadap sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat dan Eropa dengan melarang impor beberapa makanan dari Barat, dengan kekhawatiran bahwa Presiden Vladimir Putin bisa meningkatkan ketegangan dengan menginvasi kembali wilayah Ukraina.

Dilain tempat, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan bahwa risiko terhadap pemulihan dari konflik termasuk di Ukraina mengalami peningkatan. Rintangan dalam rangka pemulihan ekonomi kawasan euro dari 18-negara sedang meningkat setelah Italia tergelincir kembali ke dalam resesi dan meningkatnya kebuntuan antara Rusia dan Amerika Serikat bersama sekutunya menjadi situasi konflik yang terburuk sejak Perang Dingin.

Draghi mengatakan pembelian aset besar-besaran merupakan pilihan untuk menghadapi potensi kejutan ekonomi yang parah, membuat para investor harus mencari klarifikasi tentang apa yang dapat memicu hal itu.

Indeks Topix Jepang turun 1,1 persen sebelum bank sentral negara itu (BoJ) menyimpulkan hasil rapat pertemuan kebijakannya hari ini. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3 persen. Index S & P / ASX 200 Australia turun 0,4 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,2 persen. Pasar saham di Hong Kong dan China belum dibuka ketika berita ini dibuat.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah hari ini. Acuan tersebut turun 0,6 persen kemarin dan Dow Jones Industrial Average merosot ke level terendah sejak April merespon konflik Ukraina, mengimbangi kinerja laba perusahaan yang lebih baik dari estimasi dan penurunan pada klaim pengangguran Amerika.

Artikel: kontakperkasa futures.