Asia Berjangka Menguat Ditengah Rekor S&P 500Saham Asia turun untuk hari keempat, dengan indeks acuan regional menuju penurunan terpanjang sejak Januari, setelah yen mengalami penguatan jelang keputusan kebijakan moneter dari Bank of Japan (BoJ) hari ini.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen ke level 138,61 pada 09:01 pagi di Tokyo, sebelum pasar di Hong Kong dan China dibuka. Indeks tersebut turun dalam tiga hari terakhir di tengah kekhawatiran tentang laju pertumbuhan global setelah valuasi dalam indeks pekan lalu menyentuh tertinggi enam minggu. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 stagnan pada hari ini setelah kemarin acuan ekuitas AS turun 0,7 persen.

Indeks Asia – Pasifik kemarin diperdagangkan pada 12,7 kali estimasi laba dibandingkan dengan 15,9 untuk S&P 500 dan 15,1 untuk Indeks Stoxx Europe 600, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Indeks Topix Jepang turun 0,6 persen karena yen diperdagangkan di level 101,27, mendekati level terkuat dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,4 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,6 persen.

Bank of Japan menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari-nya pada hari ini di tengah perkiraan sebesar 44 persen dari ekonom dalam jajak pendapat Bloomberg News untuk tambahan stimulus pada akhir pertemuannya di bulan Juli mendatang. Tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan saat ini, dengan bank sentral membeli dalam sebulan sekitar 7 triliun yen (US$ 69 miliar) utang sejak April tahun lalu.

Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong dan pada Indeks Hang Seng China Enterprises dari ekuitas China daratan yang terdaftar di Hong Kong keduanya sedikit berubah. Indeks Bloomberg China -US Equity dari saham China yang paling diperdagangkan di New York turun 0,6 persen kemarin.

Artikel: kontakperkasa futures.