Saham China Berfluktuasi Terkait Batasan Pinjaman, Margin Utang Turun KontakPerkasa Futures, Saham China berayun antara naik dan turun setelah pemerintah mengusulkan mengakhiri pinjaman serta penjualan saham oleh para trader yang dibeli dengan uang pinjaman untuk hari ketiga.

Indeks saham finansial naik 1,2% setelah pemerintah mengatakan berniat untuk membatalkan rasio pembatasan pinjaman bank menjadi 75% dari deposito. Saham Perawatan kesehatan dan perusahaan utilitas menurun.

Shanghai Composite naik 0,1% menjadi 4,692.77 pada 09:36 pagi waktu setempat setelah rebound dua Sebesar 4,7%. Indeks tersebut jatuh 13% pekan lalu, yang merupakan penurunan terbesar sejak krisis keuangan global, pada kekhawatiran valuasi yang telah meningkat ke level yang tidak berkelanjutan serta melimpahnya penawaran umum perdana yang menekan dana dari ekuitas yang ada.

Penurunan marjin trading, di mana investor meminjam uang untuk membeli aset sekuritas, menjadikan tumbuhnya tekanan pada regulator untuk mengambil langkah-langkah guna menghindari crash pasar saham. Bulan ini, China Securities Regulatory Commission mengatakan pinjaman marjin broker ‘harus dibatasi pada empat kali modal bersih mereka.

Ahli strategi di BlackRock Inc, Credit Suisse Group AG dan Bank of America Corp. semua mengatakan pekan lalu bahwa ekuitas Cina telah membengkak, sedangkan saham rata-rata di bursa China daratan senilai 95 kali pendapatan – lebih tinggi daripada ketika pasar mencapai level puncaknya pada Oktober 2007 lalu.(hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.