Saham Hong Kong Turun Setelah Mengalami Gain Mingguan terbesarSaham-saham yang tercatat di Hong Kong mengalami penurunan, setelah indeks acuan kota membatasi kenaikan mingguan tertajam sejak September, pasca saham perusahaan pengembang dan batubara turun.

Indeks Hang Seng kehilangan 0,1 persen ke level 22,692.42 pada 9:35 am di Hong Kong. Indeks tersebut melonjak 3,9 persen pekan lalu karena investor berspekulasi bahwa pemerintah China akan menambah stimulus untuk melawan perlambatan ekonomi yang parah. Indeks Hang Seng China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks H-shares, hari ini turun 0,7 ke level 9,896.42 setelah minggu lalu naik 2,8 persen.

Harga rumah baru di China mengalami kenaikan pada bulan April di beberapa kota-kota dengan jumlah yang paling sedikit dalam satu setengah tahun terakhir, menurut laporan kemarin. Harga pada bulan lalu naik di 44 dari 70 kota yang dilacak oleh pemerintah, dibandingkan dengan 56 kota pada bulan Maret. Secara terpisah, Bank Rakyat China mengatakan bahwa besaran pinjaman perumahan baru di Shanghai adalah 3,9 miliar yuan (US$ 625.7 juta) pada bulan April, turun 1,37 miliar yuan dari tahun lalu.

Bank sentral pada 13 Mei yang lalu menyerukan kepada Lenders (pemberi pinjaman) terbesar untuk mempercepat hipotek setelah penurunan penjualan real estat dan konstruksi properti membantu menyeret pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut pada kecepatan yang paling lambat dalam enam kuartal terakhir.

Saham-saham perusahaan China yang terdaftar di Hong Kong terjebak dalam ” tarik ulur ” antara optimisme atas kebijakan pemerintah yang semakin akomodatif dan kekhawatiran tentang melambatnya pasar properti, analis dari China International Capital Corp. menulis dalam catatan hari ini.

Indeks H-shares turun 8 persen tahun ini sampai minggu lalu dan diperdagangkan pada 6,9 kali pendapatan yang diestimasikan, dibandingkan dengan 10,5 kali untuk Indeks Hang Seng dan 15,9 untuk indeks S&P 500.

Artikel: kontakperkasa futures.