<> at Anfield on May 16, 2015 in Liverpool, England.

 KontakPerkasa Futures, Sempat dilabeli sebagai salah satu pemain muda paling berbakat, Mario Balotelli terus mengalami penurunan karier. Penyerang Liverpool itu bahkan diperkirakan bakal sangat kesulitan memulihkan kariernya.

Balotelli pernah disebut sebagai salah satu bakat terbesar di dunia sepakbola sejak kemunculannya dalam seragam Inter Milan pada musim 2007/2008 silam. Dia diyakini bakal menjadi penyerang top Italia, jika bisa mempertahankan performanya dan tentu tak bersikap aneh-aneh.

Bukan apa-apa. Meski punya potensi besar, Balotelli juga bermasalah dengan kedisiplinan. Jose Mourinho semasa masih di Inter pernah menyebutnya ‘kurang gigih dan usaha dalam latihan’.

Sementara perjalanan karier pemain 24 tahun itu sendiri memang penuh kontroversi. Mulai dari membanting seragam tim, ribut dengan Roberto Mancini yang merupakan manajernya di Manchester City, berselisih dengan rekan setim, menembakkan anak panah kecil ke pemain junior, bahkan hampir membakar habis rumahnya karena bermain petasan di kamar mandi.

Karena berbagai problem itu pula, sedikit banyak kariernya meredup. Setelah Inter Milan dan City di mana masing-masing bermain selama tiga musim, dia sempat dua musim bersama AC Milan sebelum kemudian pindah ke Liverpool di musim panas 2014.

Liverpool sendiri diyakini jadi salah satu jalan baginya untuk menyelamatkan karier, namun dia gagal unjuk gigi bersama ‘Si Merah’. Sepanjang musim lalu Balotelli tampil di 28 laga dan hanya mencetak empat gol. Memang penyerang internasional Italia itu sendiri tak banyak tingkah selama di Liverpool, namun dia dinilai belum mengubah cara bermainnya yang malas-malasan dan kurang berkorban untuk tim.

Musim panas ini, banyak kabar menyebutkan Liverpool berusaha melepas Balotelli. Hanya saja tak banyak yang berminat membelinya karena selain performanya yang menurun, gajinya juga terbilang besar yakni tak kurang dari 80 ribu pounds per pekan.

 

Perihal Balotelli, Paolo Di Canio turut berkomentar. Eks pemain Lazio, Juventus, Napoli, AC Milan, dan West Ham United yang dulu juga dikenal bengal itu menilai akan sangat sulit bagi Balotelli memulihkan kembali kariernya.

“Saya bicara sebagai seorang pelatih. Saya rasa pada satu titik Anda harus menyadari apa artinya bermain dengan rekan setim, membagi momen indah dan buruk, dan tidak tampak bahwa dia melakukan itu,” kata Di Canio kepada Fox Sports Italia.

“Banyak pelatih telah mencoba mengubahnya. Mancini sudah seperti ayah untuknya, tapi bahkan dia tidak akan bertemu kembali dengannya di Inter. Mourinho segera tahu, dia bagus dalam memahami pemain dan sadar dia bisa saja mengubahnya.”

“Sekarang dia tak punya siapapun untuk bergantung. Dia masih muda, secara fisik kuat, dan dia adalah atlet yang menakjubkan. Tapi dia tidak pernah mengambil keuntungan dari potensi hebatnya,” sambungnya.

“Terkadang di sepakbola Anda berpikir bisa sekadar memonopoli bola, unjuk gigi dengan sejumlah cara, dan membiarkan rekan setim berlari untuk Anda. Tapi tidak bisa, sepakbola itu soal perngorbanan dan sebuah ikatan dengan rekan setim.”

“Itu tidak berarti di luar lapangan, di sebuah bar, tapi menjadi sosok baik di lapangan. Saya berharap dia akan memulihkan diri, tapi saya bisa membayangkan itu akan sangat sulit karena dia menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial. Tampaknya dia menggunakan sepakbola untuk jadi selebriti ketimbang sebaliknya,” demikian Di Canio seperti dilansir Football Italia. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.