Saudi Pertahankan Kuota Produksi Paksa Minyak Hentikan Kenaikannya KontakPerkasa Futures, Minyak hentikan penguatannya pasca melambung ke level tertinggi tahun ini pasca Arab Saudi mempertahankan kuota produksi produksi minyak mentah pada bulan Mei tertinggi dalam tiga dekade.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,6 persen di New York pasca naik sebesar 5,7 persen selama dua hari terakhir, tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Arab Saudi mengeksplorasi sekitar 10.330.000 barel per hari pada bulan Mei lalu, menurut data negara yang dikomunikasikan kepada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Stok minyak mentah AS turun pekan lalu, bahkan seiring dipercepatnya output, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi.

Minyak telah kembali rebound sebesar 41 persen hingga Rabu kemarin dari level terendah dalam enam tahun terakhir di bulan Maret seiring kontraksi dalam pengeboran US menimbulkan spekulasi ouput minyak AS akan melambat dan membantu mengurangi surplus pasokan minyak global. Itu berbeda dengan produsen OPEC, termasuk Arab Saudi, yang mempertahankan kuota produksi karena mereka berusaha untuk mempertahankan pangsa pasar.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun sebanyak 38 sen menjadi $61,05 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $61,11 pukul 10:28 pagi waktu Sydney. Kontrak naik WTI $1,29 ke level $61,43 pada hari Rabu. Volume semua berjangka yang ditransaksikan adalah sekitar 71 persen di bawah moving average 100 hari. Harga minyak WTI telah meningkat sebanyak 15 persen tahun ini.

Minyak Brent untuk pengiriman Juli turun sebanyak 26 sen, atau 0,4 persen, ke level $65,44 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Minyak Brent naik 82 sen menjadi $65,70 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan Eropa ditransaksikan lebih tinggi $4,34 dibandingkan WTI. (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.