PT KONTAK PERKASA FUTURES – Untuk saat ini, Ryan Giggs masih menganggur. Tapi, pria asal Wales itu menegaskan bahwa tujuannya saat ini adalah menjadi manajer di sebuah klub.

Giggs meninggalkan Manchester United, klub yang ia bela sebagai pemain, caretaker, dan asisten manajer pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia sempat dikabarkan ditawarkan untuk menjadi staf pelatih Jose Mourinho, namun ia menolaknya.

Dalam sebuah wawancara tidak lama setelah ia ditunjuk menjadi manajer United, Mourinho mengungkapkan bahwa satu-satunya jabatan yang diinginkan Giggs di United adalah manajer.

Giggs tidak menampik ucapan Mourinho itu. Setelah sempat bermain futsal di India, Giggs mengatakan, yang ada di benaknya saat ini adalah menerapkan ide dan gaya main pada sebuah tim. Namun, ia juga tidak ingin terburu-buru masuk ke dunia manajerial.

“Pada akhirnya, saya ingin menjadi pelatih. Saya ingin menjadi manajer. Saya ingin memiliki tim sendiri,” ujar Giggs seperti dilansir Soccerway.

Giggs menghabiskan waktu dua musim terakhir sebagai asisten manajer Louis van Gaal. Di luar itu, hal terdekatnya ke dunia manajerial adalah ketika menjadi caretaker ‘Setan Merah’ di ujung musim 2013/2014.

Dalam empat pertandingan sebagai manajer interim United ketika itu, Giggs meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Satu yang bisa diingat dari masa singkatnya itu, ia menginginkan timnya bermain dengan tempo cepat.

“Tentu saja saya punya gaya (permainan) sendiri. Saya punya pikiran bagaimana seharusnya sebuah permainan dijalankan, tapi saya tidak ingin terburu-buru,” kata Giggs.

Belakangan beredar kabar bahwa federasi sepakbola Wales, FAW, membidiknya untuk menjadi manajer baru timnas Wales. Manajer Wales saat ini, Chris Coleman, dikabarkan tengah merapat ke Hull City. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES