Selamat Berjuang, Evan Dimas dkkJakarta – Hari ini, Jumat (10/10/2014), Tim Nasional Indonesia U-19 akan memulai langkah mereka di Piala Asia U-19. Uzbekistan, lawan yang akan mereka hadapi di laga perdana, bukanlah lawan enteng, tetapi juga bukan tidak mungkin untuk dikalahkan.

Sejak memenangi turnamen Piala AFF U-19 sekitar setahun lalu, Timnas U-19 telah menunjukkan bahwa tidak ada hal yang mustahil di atas lapangan. Tidak lama setelah memenangi turnamen Piala AFF tersebut, Evan Dimas dkk. lolos ke Piala Asia U-19 dengan mengalahkan salah satu raksasa, Korea Selatan di Gelora Bung Karno.

Senin (6/10) kemarin, seluruh rombongan pemain dan staf telah tiba di Myanmar. Inilah saatnya bagi Timnas U-19 untuk menunjukkan segalanya. Segala ujicoba dan training camp panjang, segala blusukan Indra Sjafri dalam mencari pemain, dilakukan untuk penampilan di panggung utama ini.

Timnas U-19 punya misi melaju ke semifinal karena dengan demikian satu tempat di Piala U-20 tahun depan akan digenggam. Indra Sjafri sendiri menyiratkan optimisme untuk melaju ke sana sebelum terbang ke Myanmar. Apa pun hasilnya nanti, menurut Indra, yang terpenting adalah berusaha keras lebih dahulu.

“Hal yang paling penting pertama adalah ada keyakinan.”

“Karena bagaimana mungkin jika tanpa keyakinan itu bisa tercapai?”

“Dengan persiapan yang maksimal dan usaha serta doa, kalaupun gagal bukanlah aib. Tapi kalau tidak berusaha, keyakinan itu tidak diperjuangkan betul-betul maka itu aib.”

Di Piala Asia U-19, Indonesia pernah tiga kali finis di dua besar; sekali berbagi gelar juara dengan Burma pada 1961 dan dua kali runner-up pada 1967 dan 1970. Namun, baru sekali bisa bermain di Piala Dunia U-20, yakni pada 1979, dengan menggantikan Irak.

Pada perhelatan Piala Dunia U-20 ketika itu, Indonesia tergabung satu grup bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Ketika itu, seperti dilansir oleh situs resmi FIFA, Argentina diperkuat oleh nama-nama (yang kelak bakal) beken seperti Diego Maradona dan Ramon Diaz.

Selain Uzbekistan, Timnas U-19 yang berada di Grup B tergabung bersama Australia dan Uni Emirat Arab. Selayaknya turnamen-turnamen sepakbola lainnya di muka bumi ini, laga pertama adalah laga yang amat krusial. Kemenangan di laga perdana bisa membuat langkah lebih enteng di laga-laga berikutnya.

Uzbekistan sendiri termasuk deretan tim tangguh di turnamen ini. Sebagai buktinya, mereka dimasukkan ke pot 1 yang merupakan pot unggulan, bersama tuan rumah Myanmar, juara bertahan Korea Selatan, dan Irak.

Salah satu parameter mengapa Uzbekistan masuk adalah prestasi mereka di turnamen yang sama dua tahu lalu, kala mereka menjadi semifinalis dan berhak mewakili Asia di Piala Dunia U-20.

Tidak seperti Uni Emirat Arab yang pernah dihadapi di laga ujicoba, Uzbekistan adalah lawan yang hanya dipantau dari jauh. Kendati demikian, Indra meyakinkan bahwa Uzbekistan sudah mereka amati dengan baik melalui berbagai video pertandingan.

“Secara visual kita sudah lihat cara mereka bermain, tentu kami tidak akan mengatakan bagaimana cara mengantisipasi mereka,” ucap Indra.

Apa pun itu, selamat berjuang, Evan dkk.  (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.