Semifinal-Semifinal Menarik Sepanjang Sejarah Piala DuniaRio de Janeiro – Piala Dunia selalu mempunyai kisah-kisah epik yang tak akan dilupakan, termasuk yang terjadi di satu level sebelum partai puncak, alias babak semifinal.

Bukan kebetulan jika Pele mendapatkan panggung pertamanya dalam sebuah laga semifinal. Di usia yang masih sangat muda, 17 tahun, Pele mencetak hat-trick saat Brasil menghadapi Prancis.

Semifinal lain menyajikan duel sengit antara tuan rumah Prancis dengan Kroasia pada 1990. Les Bleus tertinggal 0-1 lebih dulu meski akhirnya bisa menyamakan kedudukan dan membalikkannya menjadi kemenangan 2-1.

Tahun ini empat slot semifinal Piala Dunia sudah terisi. Perebutan tiket semifinal sudah begitu melelahkan dengan extra time dan adu penalti.

Seperti apa semifinal-semifinal Piala Dunia sebelumnya? Reuters mencatat lima semifinal paling menarik yang pernah terjadi di Piala Dunia:

thumbnail
1. Brasil vs Prancis, Stockholm, 24 Juni 1958
Brasil menjadi juara dunia 1958. Tapi, semifinal di Rasunda Stadium, Solna, adalah panggung pertama bintang tim ‘Samba’ Pele.

Kala itu Pele masih berusia 17 tahun. Ajang itu menjadi debut Pele di Piala Dunia. Tapi meski masih muda dan anak bawang, iamenjadi sorotan televisi.

Pele mulai menarik perhatian ketika mencetak gol pertama di ajang itu. Dia membukukannya di gawang Wales pada perempatfinal yang mempertemukan Brasil dengan Wales. Gol semata wayang Pele memastikan langkah Brasil ke semifinal.

Pele makin kinclong di semifinal. Tak cuma membuat satu gol, dia bikin hat-trick dalam duel dengan Prancis, di menit ke-52, 64 dan 75. Vava sudah lebih dulu membuat gol cepat di menit kedua. Kemenangan Selecao kian kokoh dengan satu gol Didi di menit ke-39.

Di laga itu Prancis hanya bisa membalas dua gol. Just Fontaine dan Roger Piantoni tak cukup untuk membalikkan keadaan. Pertandingan pun berakhir 5-2 untuk kemenangan Brasil.

thumbnail
2. Jerman Barat vs Italia, Meksiko City, 17 Juni 1970
Laga sengit, banyak gol dan ada kejar-kejaran skor. Begitulah pertandingan sepakbola yang menarik. Dan laga itu pernah dibuat Jerman Barat dengan Italia di perempatfinal Piala Dunia 1970.

Bermain di Azteca Stadium, Meksiko dengan ditonton 102.000 fans, laga bergulir sengit sejak kickoff. Italia aman hingga menit ke-90 setelah unggul di menit ke-8. Gol cepat itu dibuat Roberto Bonisegna.

Namun, gol Karl-Heinz Schneillinger mendekati menit ke-90 membuyarkan harapan Italia untuk menang cepat. Pertandingan pun berlanjut dengan extra time. Gol dari Gerd Mueller saat extra time berjalan empat menit membuat Italia tertinggal 1-2.

Tapi kemudian Tarcisio Burgnich menjadikan skor imbang 2-2. Luigi Riva membalikkan keadaan di menit ke-104. Tapi kemudian Mueller kembali membuat gol di menit ke-110. Kedudukan imbang 3-3. Italia akhirnya memastikan kemenangan dengan gol dari Gianni Rivera di menit ke-111. Italia pun unggul 4-3 hingga pertandingan usai.

thumbnail
3. Jerman Barat vs Prancis, Sevilla, 8 Juli 1982
Satu laga di semifinal Piala Dunia 1982 mempertemukan Jerman dan Prancis. Laga sudah banjir gol sejak waktu normal yang kemudian berlanjut drama adu penalti.

Laga bergulir menarik sejak awal. Laga itu semakin dramatis ketika kiper Jerman Barat Harald Schumacher melakukan pelanggaran kepada pemain belakang Prancis Patrick Battiston hingga pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Jerman unggul lebih dulu melalui gol Pierre Littbarski di menit ke-17. Tapi Prancis kemudian menyamakan kedudukan lewat adu penalti di menit ke-26. Skor pun imbang di waktu normal.

Memasuki extra time Prancis unggul dua gol sekaligus lebih dulu. Gol Marius Tresor dan Alain Giresse membuat Prancis unggul 3-1. Tapi Karl-Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer menunda kemenangan Prancis dengan membuat skor imbang 3-3 hingga extra time selesai.

Pemenang pun ditentukan lewat adu penalti. Jerman akhirnya unggul 5-4 di akhir pertandingan. Hanya saja Jerman kalah dari Italia 3-1 di partai  final.

thumbnail
4. Jerman Barat vs Inggris, Turin, 4 Juli 1990
Semifinal di Piala Dunia 1990 dikuasai tim-tim Eropa. Kedua semifinal yang bergulir harus melewati adu penalti.

Semifinal pertama mempertemukan Argentina dengan Italia. Laga berlangsung imbang 1-1 hingga menit ke-120. Argentina akhirnya unggul 4-3 lewat adu penalti.

Semifinal lainnya yang mempertemukan Jerman dan Inggris berlangsung lebih panas. Beberapa insiden terjadi di laga itu.

Pertandingan tak menghasilkan gol hingga turun minum. Barulah setelah memasuki babak kedua, tendangan bebas Andreas Brehme membuat Jerman unggul lebih dulu. The Three Lions membalas di menit ke-80 melalui Gary Lineker. Skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Akhirnya Jerman unggul lewat adu penalti 4-3 atas Inggris. Dua algojo Inggris yang gagal adalah Chris Waddle dan Stuart Pearce.

thumbnail
5. Prancis vs Kroasia, Paris, 8 Juli 1998
Prancis akhirnya memenuhi harapan publiknya mencapai final Piala Dunia, meski di semifinal mereka dibuat tertinggal lebih dulu oleh Kroasia.

Bermain di Stade de France, Les Bleus kebobolan lebih dulu oleh gol Davor Suker di menit ke-46. Tapi kemudian Lilian Thuram berhasil membalas cepat satu menit kemudian. Dia juga menggandakan keunggulan di menit ke-69.

Prancis tak terkejar meski Prancis kehilangan satu pemain pada 14 menit menjelang pertandingan usai, setelah bek Laurent Blanc diusir keluar lapangan. Prancis tetap unggul 2-1 hingga pertandingan usai dan memastikan tiket final.

Di ajang itu Prancis akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Brasil 3-0 di laga puncak.

 Artikel: kontakperkasa futures.