of Manchester City of Southampton during the Barclays Premier League match between Manchester City and Southampton at the Etihad Stadium on November 28, 2015 in Manchester, England.

of Manchester City of Southampton during the Barclays Premier League match between Manchester City and Southampton at the Etihad Stadium on November 28, 2015 in Manchester, England.

 KontakPerkasa Futures, Manajer Southampton Ronald Koeman menyesalkan kegagalan timnya memaksimalkan start baik kala menjamu Liverpool. Koeman juga mengakui kualitas ‘Si Merah’ yang bisa memanfaatkan celah.

Soton dipermalukan Liverpool 1-6 di St. Mary’s Stadium, Kamis (3/12/2015) dinihari WIB di laga babak kelima Piala Liga Inggris. Meski sempat unggul cepat lewat Sadio Mane di menit pertama, Soton gagal memanfaatkan momentum dan digelontor enam gol.

Dua gol pertama Liverpool yang dicetak Daniel Sturridge jelas jadi titik balik pertandingan. Di dua gol tersebut, lini belakang Soton tampil rapuh mengantisipasi tusukan Liverpool dari sisi kanan.

Pada gol pertama, Joe Allen yang berdiri di sisi kanan menerima bola dari lemparan ke dalam leluasa mengirim umpan ke Daniel Sturridge di sisi kiri. Bola melewati Steven Caulker dan diterima Sturridge yang berlari di belakangnya. Sturridge kemudian membawa bola ke dalam kotak penalti dan menuntaskan peluang tersebut jadi gol.

Skema nyaris sama tercipta pada gol kedua. Dari kanan, Emre Can mengirimkan umpan lambung melewati Caulker dan disambut tendangan first time Sturridge yang tak terkawal. Dalam gol ini, Cedric Soares tampak gagal mengantisipasi umpan dan pergerakan Sturridge sehingga membuat penyerang Liverpool tersebut bebas.

“Itu bukan hasil yang kami perkirakan. Sebuah start yang bagus, tapi kalau Anda melakukan kesalahan dalam bertahan seperti yang kami lakukan di babak pertama dengan lawan berkualitas top seperti Liverpool, maka Anda bisa kalah,” kata Koeman dikutip BBC.

“Babak kedua adalah tanggung jawab saya. Saya mengubah sistem permainan, saya mengambil risiko untuk memainkan tiga bek.”

“Gol pertama Liverpool berawal dari lemparan ke dalam dan Anda melihat betapa mudahnya mereka memainkan itu. Itu tidak bagus. Mereka punya energi yang bagus dan kualitas dalam tim.”

“Kami memberikan mereka ruang itu, kesempatan-kesempatan itu. Dan jika Anda memberikan seorang seperti Daniel Sturridge celah seperti itu, dia akan membunuh Anda,” tandas manajer asal Belanda ini. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.