'Si Nyonya Besar' Sudah Biasa Singkirkan Juara Bertahan Liga Champions KontakPerkasa Futures, Juventus meneruskan tradisi mereka yang kerap menyingkirkan juara bertahan Piala/Liga Champions. Real Madrid adalah “korban” terakhir ‘Si Nyonya Besar’.

Madrid yang berstatus juara bertahan disingkirkan Juve setelah hanya mampu main imbang 1-1 di leg kedua semifinal Liga Champions yang dihelat di Santiago Bernabeu, Kamis (14/5/2015) dinihari WIB.

Gol penalti Cristiano Ronaldo di babak pertama dibalas Alvaro Morata di babak kedua. Juve yang menang 2-1 di leg pertama lolos dengan agregat total 3-2 untuk menantang Barcelona di final 6 Juni mendatang.

Keberhasilan Juve menyingkirkan Madrid ini boleh dikatakan bukanlah sebuah kejutan mengingat klub asal Turin itu memang kerap jadi ganjalan bagi tim-tim juara bertahan. Menurut catatan Misterchip, sudah lima kali Juve mengalahkan juara bertahan Piala/Liga Champions di fase gugur atau final.

Tanyakan saja pada Madrid saat jadi juara bertahan di Liga Champions musim 2002/2003. Mereka juga dihentikan Juve di semifinal usai kalah agregat total 3-4 dan di final Juve takluk dari AC Milan melalui adu penalti.

Sebelum Madrid, ada juga Ajax Amsterdam yang ditumbangkan Juve di final 1995/1996 lewat adu penalti. Lalu Liverpool, juara Liga Champions 1983/1984, kalah di final semusim setelahnya dengan skor 0-1.

Aston Villa jadi juara bertahan pertama yang jadi korban, setelah klub asal Birmingham itu disingkirkan Bianconeri di perempatfinal musim 1982/1983 dengan agregat total 2-5. Di musim itu Juve melaju ke final sebelum ditaklukkan Hamburg dengan skor 0-1. (hnm)