PT KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak mentah jatuh di sesi perdagangan Asia pada hari Jumat jelang ulasan kebijakan dan keputusan suku bunga yang dipantau cermat oleh Bank of Japan, dengan pasar melihat lanjutan pertumbuhan ekonomi global yang lemah memukul prospek permintaan.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah WTI untuk pengiriman September melemah 0,22% ke $41,05 per barel.

Pelaku pasar menanti, Jumat, laporan mingguan jumlah pengeboran minyak AS dari Baker Hughes untuk mengetahui sinyal lebih lanjut tentang aktivitas pengeboran nasional AS. Seminggu sebelumnya, Baker Hughes mengatakan pengeboran minyak AS naik 14 menjadi 371, meningkat untuk minggu keempat berturut-turut dan ketujuh kalinya selama dua bulan terakhir. Pada saat yang sama, jumlah total pengeboran minyak dan gas meningkat sebesar 15 menjadi 462 untuk periode yang berakhir pada 22 Juli. Pada awal Juni jumlah pengeboran minyak gabungan mencatat kenaikan mingguan pertama tahun ini, menghentikan kekosongan dari 41 minggu berturut-turut.

Semalam, Minyak mentah berjangka AS turun tajam pada hari Kamis, secara resmi memasuki wilayah pasar zona merah – jual, sebagai sinyal lebih lanjut dari melimpahnya pasokan global menyeret harga minyak ke tingkat yang tidak terlihat sejak pertemuan puncak Doha yang gagal pada pertengahan April lalu.

Di Bursa Intercontinental (ICE), Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober goyah antara $43,15 dan $44,14 per barel, sebelum menetap di $43,24, turun 0,67 atau 1,53% pada hari itu.

Pada hari Kamis, harga minyak menunjukkan sedikit tanda-tanda berbalik dari lanjutan kemerosotan setelah data terbaru yang tersedia mengindikasikan meningkatnya stok, pembengkakan jumlah pengeboran dan lonjakan produksi.

Di sesi sebelumnya, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam Laporan Mingguan Status Petroleum bahwa persediaan minyak mentah komersial AS meningkat 1,7 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 22 Juli. Pada angka 521,1 juta barel, persediaan minyak mentah AS berada di tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini.

Analis memperkirakan untuk melihat hasil sedikit imbang sebesar 2,257 juta barel. Sebelumnya, stok minyak mentah AS telah bergerak lebih rendah untuk jangka waktu sembilan minggu berturut-turut, memberikan beberapa rasa optimisme bagi produsen shale yang aktif berharap untuk kembali beraktivitas.

Awal musim semi ini, minyak berjangka tergelincir di bawah $40 per barel setelah negosiasi pada pertemuan produsen top di Qatar runtuh ketika Arab Saudi menuntut Iran menjadi bagian dalam perjanjian itu agar membekukan produkis pada tingkat di bulan Januari. Aksi jual terbaru memperkuat pandangan reli lima bulan yang terjadi sebelumnya telah datang menjadi kepahitan. Pada bulan Februari, WTI jatuh ke level terendah 13 tahun di $26,05 per barel. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES