Sinyal Suku Bunga Fed Buat Emas Jalani Rentetan Penurunan Terpanjang sejak Nov KontakPerkasa Futures, Emas jatuh untuk hari kelima, mengalami penurunan jangka terpanjang dalam enam bulan, seiring spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal bulan depan memberikan penguatan pada dolar dan melemahkan daya tarik logam.

Emas turun 1,7 persen pekan lalu, memperpanjang penurunan mereka dari level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, seiring risalah rapat April Fed mengindikasikan bahwa suku bunga AS mungkin dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi daya tarik kepemilikan aset non-interest-bearing dan cenderung menguatkan dolar, mengurangi permintaan emas sebagai alternatif investasi.

Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,5 persen ke level $ 1,242.91 per ounce pada pukul 10:27 pagi waktu London, menurut harga publik Bloomberg.

Kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juli sekarang menjadi 54 persen, dibandingkan dengan 26 persen pada awal Mei, Data dana berjangka Fed menunjukkan. Meningkatknya kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Juni cenderung membebani emas, Australia & New Zealand Banking Group Ltd mengatakan dalam sebuah laporan. Ketua Fed Janet Yellen akan memberikan pernyataan pada hari Jumat nanti.

Investor terus membeli emas melalui produk yang diperdagangkan di bursa. Holdings naik 4,5 metrik ton menjadi 1,847.9 ton pada hari Senin, yang mrerupakan posisi tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.

Dalam berita logam lainnya, ekspor emas Swiss naik 30 persen menjadi 147,8 ton pada April, data federal Customs Administration Swiss menunjukkan. Perak turun 0,6 persen ke level $ 16,2921 per ounce. Platinum tergelincir 0,4 persen. Palladium jatuh 0,8 persen. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.