KONTAK PERKASA FUTURES  – Pound hapus kerugian terhadap dolar pada hari Kamis setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor jasa Inggris Raya berakselerasi untuk bulan ketiga berturut-turut ke tertinggi 17 bulan pada bulan Desember.

GBP/USD menyentuh intra-day tertinggi 1,2322 segera setelah data itu, sebelum mundur kembali ke 1,2295, diperdagangkan pada tingkat yang terlihat menjelang rilis laporan itu.

Indeks manajer jasa pembelian Markit naik ke 56,2 pada bulan Desember dari bulan November 55,2, dibandingkan dengan harapan analis untuk pembacaan 54,7.

Survei serupa dari sektor manufaktur dan konstruksi di awal pekan ini juga mengalahkan ekspektasi.

Secara kolektif, survei PMI menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5% pada kuartal terakhir dari tahun 2016, kata laporan itu.

“Sebuah sektor jasa mengambang menambah tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris terus secara luas mengalahkan ekspektasi perlambatan yang terpicu Brexit” kata kepala ekonom bisnis Markit, Chris Williamson.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa tekanan inflasi naik dengan harga dibebankan oleh penyedia jasa yang meningkat dalam laju tercepat sejak April 2011, akibat penurunan tajam sterling sejak referendum Brexit 23 Juni tahun lalu.

Euro kupas kembali keuntungan terhadap pound menyusul laporan tersebut, dengan EUR/GBP di 0,8535, naik 0,29% untuk hari ini, dari 0,8543 menjelang data.

Sementara itu, dolar kembali raih pijakan akibat jatuh semalam setelah risalah Federal Reserve yang menunjukkan ketidakpastian atas kemungkinan dampak kebijakan ekonomi AS dalam pemerintahan baru Trump.

Risalah pertemuan Fed 13-14 Desember menunjukkan bahwa pejabat “menekankan ketidakpastian mereka” atas arah kebijakan pemerintahan baru Presiden terpilih Donald Trump.

Trump akan berkantor pada 20 Januari dan belum menguraikan kebijakan ekonomi-nya secara detail.

Risalah itu juga menunjukkan bahwa pembuat kebijakan mengasumsikan bahwa janji-janji Trump untuk memotong pajak dan meningkatkan belanja infrastruktur bisa, jika diwujudkan, memacu inflasi yang pada gilirannya akan menyebabkan laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat di tahun ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 102,33, pulih dari intra-day terendah 101,73.

Indeks tersebut mencapai level tertinggi 103,81 pada hari Selasa, terbesar sejak bulan Desember 2002, dengan data pabrik AS yang kuat menambah harapan laju pengetatan moneter yang lebih cepat di tahun 2017. (hnm) –  KONTAK PERKASA FUTURES