PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pound terus menunjukkan pelemahan pada hari Selasa, meskipun data resmi menunjukkan peningkatan inflasi lebih besar dari yang diharapkan. Sementara pasar menunggu Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan ekonomi yang tercipta dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Dalam laporannya, Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan tingkat inflasi harga konsumen (CPI) naik 0,5% dengan penyesuaian secara musiman bulan lalu, di atas perkiraan untuk kenaikan 0,4% dan dibandingkan dengan kenaikan 0,3% terlihat pada bulan Mei.

Meskipun sterling awalnya menghapus kerugian sebelum rilis berita untuk menembus $1,32, kenaikan tersebut terbukti hanya bersifat sementara.

Pada pukul 16.01 WIB, GBP/USD diperdagangkan berkurang 0,55% menjadi 1,3181, dekat level yang terlihat sesaat sebelum rilis. EUR/GBP menunjukkan pola yang sama, diperdagangkan naik 0,47% ke 0,8392.

Pada hari Senin, pound menyentuh intraday tertinggi setelah pembuat kebijakan Bank of England mengatakan ia tidak yakin apakah ia akan mendukung pemangkasan suku bunga pada pertemuan bank sentral bulan Agustus.

Komentar tersebut datang dalam pidatonya di London, kontras dengan kebanyakan pandangan pembuat kebijakan BoE lainnya.

Risalah pertemuan BoE Juli pada Kamis pekan lalu, memberikan indikasi yang jelas bahwa bank akan melonggarkan kebijakan moneter bulan depan untuk menghadang gejolak ekonomi negatif dari Brexit.

BoE mempertahankan suku bunga stabil di 0,5% dalam keputusan yang mengejutkan.

Sementara itu, lembaga pemeringkat kredit Moody memperingatkan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan Senin malam bahwa kelayakan kredit Inggris Raya berada di bawah tekanan menyusul keputusannya untuk keluar dari Uni Eropa.

Moody mengatakan prospek pertumbuhan jangka menengah untuk perekonomian Inggris bisa menjadi lemah jika gagal untuk mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Eropa dan mengatakan bahwa pertumbuhan akan melambat secara signifikan dalam waktu dekat.

Lembaga pemeringkat kredit tersebut juga memberikan perkiraan pertumbuhan Inggris Raya menjadi 1,5% pada tahun 2016 dan sekitar 1% untuk tahun 2017.

Laporan tersebut datang menjelang perkiraan IMF yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 20.00 WIB, malam ini.

Sebagai bagian dari pandangan global terbaru IMF, diperkirakan memangkas proyeksi pertumbuhan Inggris pada tahun 2017 dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,2%. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES