PT KONTAK PERKASA FUTURES – Sterling terdorong lebih tinggi, Rabu sore, setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Inggris Raya tidak berubah dalam tiga bulan hingga Agustus, menunjukkan bahwa referendum Brexit 23 Juni lalu masih belum memukul pasar tenaga kerja.

GBP/USD naik 0,19% di 1,2324 dari sekitar 1,2307 sebelumnya.

Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,9% antara bulan Juni dan Agustus, terendah hampir sebelas tahun, Kantor Statistik Nasional mengatakan.

Tapi tingkat penciptaan lapangan pekerjaan melambat dalam tiga bulan hingga Agustus, dengan jumlah orang dalam pekerjaan meningkat 106.000, menyusul kenaikan lebih dari 170.000 di masing-masing tiga laporan pekerjaan sebelumnya.

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran naik hanya 700 menjadi 776.400 pada bulan September, kata ONS.

Pertumbuhan upah dalam periode Juni-Agustus sebagian besar tetap stabil, laporan menunjukkan.

Total pendapatan termasuk bonus naik dalam tahunan 2,3%, dari 2,4% selama tiga bulan sampai Juli dan sejalan dengan perkiraan ekonom.

Tidak termasuk bonus, pendapatan naik 2,3% pada basis tahun-ke tahun, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 2,1%.

Laporan pekerjaan datang satu hari setelah data resmi menunjukkan bahwa biaya hidup di Inggris Raya naik dalam tingkat tercepat selama 22 bulan pada bulan September.

Indeks harga konsumen Inggris Raya melonjak 1% pada bulan September, tetapi ONS mengatakan ada sedikit bukti eksplisit bahwa pound yang lemah mendorong harga naik.

Sterling telah jatuh sekitar 20% terhadap dolar dan sekitar 16% terhadap euro setelah terjadinya voting Brexit.

Pound telah melemah terhadap dolar pada hari sebelumnya, menyusul kenaikan kuat di sesi sebelumnya setelah laporan bahwa parlemen Inggris Raya harus meratifikasi kesepakatan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Sterling sedikit berubah terhadap euro, dengan EUR/GBP diperdagangkan di 0,8924. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES