KONTAK PERKASA FUTURESSterling tetap melemah terhadap dolar yang kuat global pada Rabu sore meski data menunjukkan bahwa klaim pengangguran Inggris Raya turun pada bulan Desember dan upah meningkat, karena investor terus menilai rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May.

GBP/USD diperdagangkan pada 1,2318, anjlok 0,72% untuk hari ini setelah rilis data pekerjaan.

Pasangan ini mengakhiri sesi sebelumnya dengan keuntungan 3,03%, persentase kenaikan terbesar dalam satu hari sejak Januari 2009.

Pound melonjak setelah May mengkonfirmasi Selasa bahwa Inggris akan meninggalkan pasar tunggal ketika keluar dari Uni Eropa, tapi akan mencari akses maksimum ke dalamnya melalui perjanjian perdagangan baru.

May juga mengatakan akhir kesepakatan Brexit akan diajukan ke parlemen untuk dilakukan pemungutan suara.

Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan hari Rabu bahwa jumlah klaim jatuh sebanyak 10.100 pada bulan Desember, dibandingkan dengan ekspektasi peningkatan 5.000 orang.

Tingkat pengangguran tetap tidak berubah pada level terendah sebelas tahun sebesar 4,8%, sejalan dengan perkiraan.

Namun jumlah orang yang dipekerjakan turun 9.000 menjadi lebih dari 31,8 juta, kata laporan itu. Ini merupakan penurunan bulanan kedua berturut-turut, mengarah pada kewaspadaan kalangan pengusaha yang terbangun dari referendum Brexit.

Rata-rata pendapatan mingguan naik dari 2,6% menjadi 2,8%, dibandingkan dengan ekspektasi angka 2,6%.

Tidak termasuk bonus, pendapatan naik 2,7% tahun-ke-tahun, kenaikan terkuat sejak Agustus 2015, dibandingkan dengan ekspektasi peningkatan 2,6%.

Upah diperkirakan tidak akan meningkat sejalan dengan inflasi pada tahun 2017, kenaikan tersebut menciptakan keraguan apakah belanja konsumen akan melambat.

Pada bulan November Bank of England memperkirakan bahwa inflasi akan naik di atas 2,7% pada akhir 2017 akibat melemahnya pound yang mendorong harga impor naik.

Pada hari Senin, Gubernur BoE Mark Carney mengatakan pemulihan Inggris menjadi semakin bergantung pada belanja konsumen, sehingga rentan terhadap risiko penurunan daya beli.

Pound juga melemah terhadap euro, dengan EUR/GBP naik 0,56% di 0,8676. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES