Stok AS Diprediksi Jatuh, Minyak Melambung ke Level 6 Bulan Tertinggi KontakPerkasa Futures, Minyak menguat ke level tertinggi dalam enam bulan sebelum data pemerintah AS yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kedua sehingga mengurangi surplus stok global.

Futures naik sebanyak 1,2 persen di New York setelah naik 3,3 persen pada hari Senin. Stok minyak AS diprediksi jatuh sebesar 3,5 juta barel, yang merupakan penurunan dua minggu pertama sejak September, menurut survei Bloomberg sebelum data Administrasi Informasi Energi Rabu nanti. Kebakaran hutan yang melanda Kanada selama lebih dari dua minggu terjadi dalam jarak satu kilometer dari terminal minyak pasir transportasi Enbridge Inc menyusul cuaca hangat dan angin membuat api menyebar.

Minyak sudah maju lebih dari 80 persen sejak merosot ke level terendah dalam 12 tahun pada awal tahun ini pada tanda-tanda surplus stok global akan mereda seiring penurunan produksi AS. Pasar diprediksi akan menjadi defisit lebih awal dari yang diharapkan dikarenakan gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan, menurut Goldman Sachs Group Inc.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik sebanyak 56 sen ke level $ 48,28 per barel di New York Mercantile Exchange, yang merupakan level tertinggi sejak 4 November secara intraday. Kontrak ini berada di level di $ 48,17 pada pukul 01:28 siang waktu Hong Kong. Harga naik $ 1,51 ke level $ 47,72 pada hari Senin, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 3 November. Jumlah volume yang diperdagangkan yakni sekitar 8 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Juli menguat sebanyak 33 sen, atau 0,7 persen, ke level $ 49,30 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,14, atau 2,4 persen, ke level $ 48,97 pada hari Senin. Minyak mentah patokan global ini berada di premi 40 sen untuk WTI Juli. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.