PT KONTAK PERKASA FUTURES – AS Roma dihadapkan tantangan sulit memburu Scudetto karena belanja agresif Juventus. Kisah sukses Portugal dan Leicester City pun dijadikan dorongan.

Misi Roma untuk meraih Scudetto di musim ini dipastikan akan berjalan amat sulit. Sebab salah satu rival utama mereka, Juve, memperkuat diri dengan sangat baik di musim panas ini.

Bianconeri telah mendatangkan Dani Alves, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, Marko Pjaca, dan Gonzalo Higuain. Sementara di lain sisi, Roma belum mendapatkan nama-nama besar.

Sejauh ini, tim besutan Luciano Spalletti itu baru merekrut Alisson, Mario Rui, dan Juan Jesus, serta mempermanenkan Antonio Ruediger dan Stephan El Shaarawy dari masa peminjaman. Apesnya, Rui dan Ruediger yang berposisi sebagai bek justru mengalami cedera parah dan diperkirakan absen sampai pertengahan musim.

Hal itu membuat situasi mereka kian sulit. Tapi apapun itu, gelandang Roma Daniele De Rossi percaya kans Scudetto tak berarti tertutup sepenuhnya untuk timnya.

Meski Juve punya skuat mentereng, dia yakin ada peluang untuk melakukan kisah serupa dengan Portugal dan Leicester. Portugal seperti diketahui menjuarai Piala Eropa 2016 walau tak diunggulkan, sementara Leicester memberikan kejutan besar di Premier League musim kemarin dengan jadi juara.

“Terkadang di sepakbola, klub yang lebih kuat tidak menang. Tapi klub-klub lainnya yang menang,” kata De Rossi dikutip Soccerway.

“Kita punya contoh dengan Portugal (Piala Eropa 2016) dan Leicester (Premier League). Kami harus bekerja keras dan tak memikirkan para pemain Juventus atau Napoli, tapi cuma fokus ke pertandingan kami,” imbuhnya.

Senada, penyerang Roma Mohamed Salah menyebut skuat mentereng tak lantas menjamin sukses karena permainan dilakukan 11 lawan 11. Menurutnya yang terpenting Roma fokus dengan diri sendiri dan tak mengkhawatirkan para rival.

“Tim bekerja dengan baik, semuanya fokus. Kami mau tampil baik tahun ini, demi diri kami dan untuk klub. Kami mau melakukan sesuatu yang memuaskan dan tahun ini persaingannya akan semakin sulit,” katanya kepada Roma Radio.

“Itulah sebabnya level konsentrasinya sangat tinggi. Juventus adalah tim yang cemerlang, tapi kita selalu bertandingan 11 lawan 11 dan rasanya kami masih bisa melakukan sesuatu yang penting,” imbuh pemain asal Mesir ini seperti dikutip Football Italia. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES