during the Barclays Premier League match between Leicester City and Chelsea at the King Power Stadium on December14, 2015 in Leicester, United Kingdom.

during the Barclays Premier League match between Leicester City and Chelsea at the King Power Stadium on December14, 2015 in Leicester, United Kingdom.

 KontakPerkasa Futures, Penampilan Jamie Vardy musim ini menjadi warna tersendiri di Premier League. Rekan satu tim dia di Leicester City, Kasper Schmeichel, menyebut semua itu sebagai hasil kerja keras serta keberanian yang ditunjukkan selama ini.

Vardy menjadi fenomena baru di Liga Inggris musim ini. Dia sudah mencetak 15 gol dalam 17 pertandingan dengan 11 di antaranya dibuat dalam 11 pertandingan beruntun. Sebuah rekor yang melebihi pencapaian Ruud van Nistelrooy di Manchester United 2003.

Donasi itu berhasil membuat Leicester City menguasai puncak papan klasemen Liga Inggris. Laju tersebut amat bertolak belakang dengan musim lalu dengan ada di urutan paling buncit.

Padahal musim lalu, seperti Leicester, dia bukanlah siapa-siapa. Malah dia baru merasakan Premier League di usia 27 tahun. Saat bermain untuk Stocksbridge Park Steels, yang juga berbasis di Sheffield, Vardy digaji 30 poundsterling (sekitar Rp 620 ribu) per pekan. Dia bahkan harus bekerja paruh waktu di sebuah pabrik yang membuat alat-alat penyangga medis.

Tapi Vardy memang dikenal sebagai sosok pekerja keras oleh rekan-rekannya. Pemain yang akan berumur 29 tahun pada 11 Januari mendatang juga bermain dengan sepenuh hati, baik dalam latihan atau pertandingan. Satu lagi, Vardy tak melulu berpatokan kepada penguasaan bola.

“Itu bukan sekadar tembakannya, tapi juga pergerakannya. Selain itu, hasrat dia untuk mencapai menguasai area dan menjaga jarak. Dia mengisi tepat di bahu para lini belakang dan itu sebuah seni kematian di sepakbola,” kata Schmeichel seperti dikutip Four Four Two.

“Sepakbola amat terobsesi dengan penguasaan bola dan passing. Nah, apa yang hebat pada Vardy adalah dia mempertontonkan kalau dua hal itu tak penting.

“Sungguh amat layak dia mendapatkannya. Saya melihat dia bekerja amat keras selama 3,5 tahun terakhir ini. Setiap hari. Dalam pertandingan dia bekerja keras seperti para pemain-pemain lainnya di Premier League atau bahkan mungkin di seluruh dunia,” jelas dia.

Vardy dan Leicester City akan diuji Liverpool pada Boxing Day, 26 Desember ini. Setelah itu mereka akan menjamu Manchester City. (hnm)

Artikel: kontakperkasa futures.