Tantangan Juve untuk Kembali Pertahankan GelarJakarta – Liga Italia akan kembali bergulir lagi pada akhir pekan ini. Musim 2014/2015 ini akan menjadi tantangan untuk La Vecchia Signora untuk kembali mempertahankan gelar juara empat kali berurutan.

Dalam tiga musim terakhir, Juve mendominasi Serie A di bawah asuhan Antonio Conte. Bahkan di musim lalu, Bianconeri mampu menjadi juara dengan mencetak rekor poin tertinggi di Liga Italia. Mereka membukukan 102 poin selama semusim.

Satu perubahan terjadi ditubuh Juve mulai musim ini. Mereka tak akan lagi ditangani oleh Antonio Conte yang memutuskan mundur akhir musim 2013/2014. Dia kemudian menerima tawaran untuk menangani tim nasional Italia.

Untuk mengisi posisi pelatih yang kosong, petinggi tim ‘Putih-Hitam’ sudah menunjuk Massimiliano Allegri.

Penunjukkan Allegri itu sontak mendapatkan penolakan dari para Juventini. Mereka mempertanyakan pemilihan Allegri untuk menangani Juve.

Allegri yang menganggur setelah dipecat oleh AC Milan pada bulan Januari lalu, dinilai bukan sosok yang tepat untuk melatih Juve.

Sementara di skuat pemain, Juve tak banyak melakukan perubahan. Setelah melepas beberapa penyerang seperti Mirko Vucinic dan Fabio Quagliarella, mereka menggantinya dengan Alvaro Morata.

Rekrutan Juve lainnya adalah Patrice Evra yang didapat dari Manchester United seharga 1,2 juta euro.

Di bawah asuhan Allegri, Juve boleh dibilang tampil cukup oke selama pramusim. Dalam sembilan laga yang dilakoni, mereka menang enam kali termasuk saat mengalahkan ISL All Star, sekali hasil imbang, dan dua kali menelan kekalahan.

Sementara itu pesaing berat Juve musim lalu, AS Roma, melakukan banyak perekrutan untuk memperkuat skuat. Mereka yang akan berkompetisi di Liga Champions musim depan, sedikitnya merekrut 13 pemain.

Seydou Kieta dan Ashley Cole didapat dengan cuma-cuma. Rekrutan termahal ada dalam diri Juan Iturbe dengan banderol 22 juta euro. Sementara rekrutan terakhir adalah Kostas Manolas, bek yang didatangkan dari Olympiakos dengan tebusa 13 juta euro.

Dengan skuat baru itu, I Lupi menuai hasil cukup positif. Mengawali pramusim dengan kemenangan atas timnas U-23, Roma menang enam kali, sekali seri, dan dua kali menelan kekalahan. Dua hasil negatif itu didapat saat berujicoba melawan Manchester United dan Inter Milan.

Tim peringkat tiga musim lalu, Napoli, tak banyak melakukan perubahan di musim panas ini. Cuma merekrut dua pemain, Michu -dengan status pinjaman- dan Kalidou Koulibaly.

Padahal, Napoli banyak ditinggal oleh banyak pemainnya. Valon Behrami, Paolo Cannavaro, dan juga Pepe Reina adalah beberapa contohnya.

Partenopei sudah menelan kekecewaan, Kamis (28/8/2014) dinihari WIB. Mereka gagal melaju ke babak fase grup Liga Champions, setelah disingkirkan oleh Athletic Bilbao.

Dengan fokus Napoli tak terbagi dengan kompetisi Liga Champions, maka mereka boleh diprediksi akan tampil mengejutkan.

Tim duo Milan, Inter Milan dan AC Milan, juga tak boleh dikesampingkan. Kiprah Rossoneri bersama Filippo Inzaghi di Serie A pasti bakal ditunggu oleh para Milanisnti. Apalagi, mereka baru saja ditinggal oleh Mario Balotelli.

Tapi untuk memperkuat skuat, Milan sudah mendatangkan pemain seperti Jeremy Menez, Diego Lopez, dan Alex.

Nerazzurri tak banyak melakukan perubahan untuk musim 2014/2015. Mereka memperkuat skuat dengan mendatangkan pemain seperti Gary Medel, Yann M’Vila, dan Nemandja Vidic. Dengan skuat baru itu, Inter yang menempati peringkat lima musim lalu, mungkin saja menyodok ke papan atas.

Fiorentina yang oke di pramusim, juga patut diberi atensi. Dalam 11 laga pramusim, mereka cuma kalah sekali.

Bukan tak mungkin tim besutan Vincenzo Montella itu akan juga menjadi tim kejutan di musim depan.

Artikel: kontakperkasa futures.