naikchina

Bloomberg (26/12) Saham-saham China naik tajam dalam tiga pekan terakhir, dipicu oleh penurunan pada hari kedua pada tarif pasar uang pasca bank sentral menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem keuangan. Sementara itu yuan mendekati 20 tahun tertingginya.

Indeks Shanghai Composite naik sebesar 0.6% ke level 2,106.35 pada sesi penutupan, kenaikan tertinggi

sejak tanggal 4 Desember lalu. Volume turun sebesar 40% sejalan dengan mayoritas bursa Asia tutup karena libur. Perusahaan penghasil minyak PetroChina Co. dan perusahaan teknologi mengalami kenaikan. Tarif pembelian kembali selama tujuh hari, sebuah indikator dari ketersediaan dana pada sistem perbankan, tergelincir sebesar 86 basis poin ke 5.58%.

Bank sentral China mengendalikan akitivitas pemeblian asset kembali pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir, sebuah upaya guna menyediakan peminjam dengan uang tunai pasca biaya pinjaman yang naik tajam sejak tahun 2011 lalu yang memicu sell-off pada saham-saham China yang ditransaksikan di Shanghai, Hong Kong dan New York.

People Bank of China melelang sebesar 29 miliar yuan ($4.8 miliar) repo dalam tujuh dari kemarin pasca

sebesar 300 miliar yuan dari target suntikan uang tunai pada pekan lalu gagal mempertahankan biaya pinjaman turun. Tarif turun tajam sejak bulan Februari tahun 2011.

Suku bunga swap dalam satu tahun, pembayaran tetap dibutuhkan guna menerima tarif repo dalam tujuh hari yang mengalami floating, sedikit berubah sebesar 4.97% pada hari ini. Tarif tersebut menyentuh rekornya sebesar 5.13% pad

a tanggal 23 Desember lalu, yang merupakan tertingginya berdasarkan pada data Bloomberg sejak tahun 2006.

 Artikel: kontakperkasa futures.