Tiga Cara Mengajarkan Anak Sopan SantunKontakPerkasa Futures, Orang tua mana pun mengharapkan anaknya bisa duduk manis saat sedang bepergian. Apalagi ketika orang tua sedang bersama anaknya di keramaian.

Orang tua namun bisa mengajarkan buah hatinya untuk bersikap sopan. Ada beberapa cara yang harus ditanamkan orang tua ke anak, supaya anaknya tidak dipandang sebagai anak nakal yang tidak bisa bersikap manis.

Pandang mata orang dewasa dan jawab bila diajak bicara 

Ini adalah keahlian bersosialisasi yang penting dimiliki anak, kata Sherly Eberly, penulis buku 365 Manner Kids Should Know. Meski anak yang percaya diri sekalipun cenderung menundukkan kepala dan berguman ketika berbicara dengan orang dewasa. Untuk mengatasi hal ini, cobalah lakukan permainan dengan menyuruh anak mencari tahu apa warna mata seseorang dan kemudian suruh dia mengatakannya pada Anda.

Kemudian praktikkan bagaimana bersikap yang baik ketika bertemu dan menyapa seseorang. Demonstrasikan bagaimana semestinya berjabat tangan dengan sikap sungguh-sungguh dan lanjutkan dengan menyebut nama orang yang disalami. Misalnya, “Apa kabar, Tante Ana?”.

Jangan Menyela pembicaraan

Kabar baiknya adalah anak usia 5-6 tahun mempunyai kemampuan menunggu giliran mereka untuk berbicara, kata Jodi Stoner, PhD, psikoterapi klinis dan pengarang bersama buku Good Manner Are Contangious. Anda harus mengajarkan mereka kata-kata rahasia, atau bahasa isyarat, atau mengdipkan mata, yang dapat digunakan untuk mengingatkan mereka agar mau menunggu ketika Anda sedang berbicara dengan seseorang.

Lakukan role play untuk membantunya mengenali bahasa isyarat ini.  Ketika anak menunggu Anda dengan sabar, pastikan dia mendapatkan perhatian Anda sesegera mungkin.

“Jangan biarkan anak  menunggu terlalu lama, itu tidak menyenangkan baginya,” kata Dr. Stoner. Seorang anak dalam rentang usia 5-6 tahun  tidak dapat duduk diam lebih dari 5 menit, terutama bila dia di suruh menunggu Anda yang sedang melakukan sesuatu untuk adiknya.

Pastikan Anda menunjukkan sikap bahwa Anda betul-betul memerhatikannya. Lakukan dengan meliriknya sambil tersenyum dan mengatakan bahwa dia sudah melakukan hal yang benar.

Etiket yang lebih jelimet

Mulailah menerapkan suasana meja makan lebih beretiket. Seperti tidak boleh meletakkan siku  di atas meja dan katakan “Ayo turunkan sikumu.”

Anak-anak seusia ini sangat peduli bila mereka dibanding-bandingkan dengan  teman-temannya. Jadi Anda bisa memanfaatkan situasi ini untu mendidiknya. Misal dengan mengatakan “Coba lihat Julian, dia selalu meletakkan serbet di pangkuan tanpa perlu disuruh atau diingatkan terlebih dulu.” (hnm)

 

Artikel: kontakperkasa futures.