PT KONTAK PERKASA  FUTURES – Kecintaan terhadap negara sendiri bisa diekspresikan dalam bentuk apa pun. Salah satunya, jika Anda musisi dan suka sepakbola, adalah membuatkan lagu untuk tim nasional Anda.

Demikianlah yang dilakukan oleh Manic Street Preachers, band rock alternatif asal Wales yang beranggotakan James Dean Bradfield, Nicky Wire, dan Sean Moore. Pada era 1990-an dan menjelang awal 2000-an, Manic berevolusi dari band punk dan glam rock menjadi band rock alternatif dengan hook yang ikonik. Lirik-lirik mereka cerdas dan sering berisi protes terhadap pemerintahan atau keadaan sosial secara keseluruhan.

Salah satu single mereka yang paling terkenal, ‘If You Tolerate This, Your Children Will Be Next’, terinspirasi oleh perang sipil Spanyol puluhan tahun silam dan jurnal pribadi George Orwell, ‘Homage to Catalonia’. Video klip single tersebut sendiri dibuka dan ditutup dengan nada music box yang mendendangkan ‘L’Internationale’, sebuah anthem yang biasa dinyanyikan oleh mereka yang berhaluan kiri dan sosialis.

Kendati kerap menyandingkan diri mereka dengan citra berat dan kritis, bukan berarti Manic tidak bisa bersenang-senang. Single teranyar mereka yang dibuat untuk mengiringi langkah Wales di Piala Eropa 2016 adalah salah satu contohnya.

Sempat membahas sedikit soal single berjudul ‘Together Stronger’ tersebut pada bulan Maret silam, ketika Manic baru menyatakan bakal merilis single tersebut. Kini, single tersebut sudah bisa dinikmati dan didengarkan.

Tentu saja, lagu tersebut bukan sekadar lagu pengiring, tetapi juga merupakan sebentuk kelegaan orang-orang Wales terhadap tim nasional sepakbola mereka. Sebab, untuk pertama kalinya, tim nasional mereka akhirnya berpartisipasi di Piala Eropa.

Lagu ‘Together Stronger’ itu sendiri tidak hanya mendendangkan kesenangan, tetapi juga mengenang berbagai kegagalan tragis di masa lalu: “Russia was Giggsy’s last chance, Paul Bodin’s penalty miss, that 85 night was so tragic…”

Tidak ketinggalan pula kenangan dan penghormatan untuk Gary Speed, salah satu gelandang andalan mereka di masa lalu, yang meninggal dunia secara tragis pada 2011. “Lets not forget Gary Speed, he wore his heart upon his sleeve.”

Setelah bernostalgia dengan kegagalan, Manic kemudian membuat lagu mereka menjadi lebih menghentak di bagian reff. Hentakan di reff tersebut menyuarakan optimisme mereka setelah melihat skuat saat ini, yang dihuni Aaron Ramsey dan Gareth Bale, bakal meraih hasil lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Selain Ramsey dan Bale, nama-nama seperti Ashley Williams dan pelatih mereka, Chris “Chrissy” Coleman, juga ikut disebut-sebut.

“So Come on Ramsey
Lets set the world alight
When Gareth Bale plays
We can beat any side

So come on Wales
So come on Wales
With Ashley Williams
We can win any fight.”

Wales, meskipun berstatus debutan, berhasil lolos dari fase grup Piala Eropa 2016 dengan status juara grup. Mereka pun melaju ke babak perempatfinal usai mengalahkan Irlandia Utara di babak 16 besar.

Kini, mereka akan mencoba untuk melaju ke semifinal dengan mengalahkan Belgia di perempatfinal. Belgia sendiri tidak sekali pun bisa mengalahkan Wales di babak kualifikasi Piala Eropa 2016. Laga antara Wales vs Belgia tersebut akan dihelat di Stade Pierre-Mauroy, Lille, pada Sabtu (2/7/2016) dini hari pukul 02.00 WIB. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES