PT KONTAK PERKASA FUTURES – Pendukung Real Madrid bisa jadi berpikir, apa jadinya jika Zinedine Zidane menjadi pelatih mereka lebih awal. Akankah Zidane mengantarkan Madrid menjuarai La Liga musim lalu?

Zidane, yang sebelumnya melatih Real Madrid Castilla, ditunjuk menjadi pelatih Los Blancos pada Januari 2016. Sebelum penunjukan Zidane, Madrid mengalami sederetan hasil dan kejadian kurang memuaskan bersama Rafael Benitez.

Dengan Benitez, Madrid tampil inkonsisten dan tampak sudah kehilangan kans untuk menjadi juara. Sudah begitu, ada kabar bahwa Benitez tidak akur dengan pemain-pemainnya sendiri. Bintang seperti Cristiano Ronaldo bahkan dikabarkan sempat menyuarakan ketidakyakinannya pada Benitez kepada Presiden Klub, Florentino Perez.

Penunjukan Zidane sebagai pelatih membangkitkan gairah pendukung Madrid. Latihan perdananya bersama tim disaksikan banyak fans. Lalu, lima hari setelah ditunjuk menjadi pelatih, Zidane mengantarkan Madrid menang telak 5-0 atas Deportivo La Coruna. Sebuah awal yang sempurna.

Tapi, perjalanan Zidane bersama Madrid musim lalu lebih dari sekadar membangkitkan gairah, tetapi juga menghadirkan perbaikan hasil di atas lapangan. Madrid yang tadinya tampak sudah kehilangan kans menjadi juara La Liga, langsung menekan Barcelona dan menjadi pesaing tim asal Catalunya tersebut sampai ujung musim.

Los Merengues akhirnya memang gagal menjadi juara La Liga, tetapi Zidane punya momen terbaiknya. Ketika pertama kali ditunjuk menjadi pelatih, Zidane dengan yakinnya menjanjikan “bakal memenangi sesuatu di akhir musim”. Dan ia menepati janjinya. Madrid dibawanya ke final Liga Champions, dan di final yang berlangsung di kota Milan, ia membawa Madrid menjadi juara usai mengalahkan Atletico Madrid.

Gelar tersebut merupakan gelar ke-11 Madrid di Liga Champions (dulu bernama Piala Champions, red). Zidane tidak hanya meraih trofi pertamanya sebagai manajer, tetapi juga membuat namanya dikenang sebagai salah seorang yang mampu menebalkan kejayaan Madrid di Eropa.

Beberapa bulan setelah menjadi juara Liga Champions, Zidane kembali mengantarkan Madrid meraih trofi di ajang kompetisi Eropa. Bertanding melawan Sevilla di Piala Super Eropa, Rabu (10/8/2016) dini hari WIB, Madrid secara dramatis menang 3-2 lewat extra time. Kini, setelah dua trofi di kancah Eropa, saatnya Zidane fokus ke kompetisi domestik.

Tidak seperti musim lalu, di mana dia memimpin Madrid ketika La Liga sudah separuh jalan, kali ini dia memulai dari awal. Zidane pun punya kesempatan untuk membentuk timnya sendiri via persiapan pramusim. Salah satu perubahan yang dilakukannya adalah menggeber kebugaran pemain.

Pria asal Prancis tersebut menganalisis, kebugaran menjadi masalah Madrid musim lalu. Masalah itu jugalah yang menimpa Gareth Bale sehingga ia cukup sering absen. Maka, sebagai langkah awal, Zidane pun mendatangkan Antonio Pintus sebagai pelatih kebugaran anyar.

Pintus bukan orang asing buat Zidane. Pintus pernah bekerja sebagai pelatih kebugaran Juventus ketika Zidane bermain untuk klub asal Turin tersebut. Pintus sebenarnya sudah bergabung sebagai pelatih kebugaran Olympique Lyon pertengahan tahun ini. Namun, Zidane meyakinkan petinggi klub untuk “membajaknya”. Setelah negosiasi sukses, Pintus langsung terbang ke Montreal, Kanada, untuk bergabung dengan skuat Madrid yang sedang melakukan persiapan pramusim.

Hasil Madrid di pramusim tidak jelek. Kendati pun sempat dikalahkan Paris Saint-Germain 1-3 –di mana Zidane menyebut timnya “belum cukup panas”– Madrid mampu menundukkan Chelsea 3-2 dan Bayern Munich 1-0. Setelah laga-laga pramusim itu, mereka kemudian menang 3-2 atas Sevilla di final Piala Super Eropa.

Dengan La Liga ada di depan mata –start pada akhir pekan ini, 19 Agustus 2016–, Zidane sudah mengubah fokus timnya. Ada sorotan tersendiri ketika Madrid, tidak seperti biasanya, tidak mendatangkan pemain-pemain anyar berstatus bintang. Paul Pogba, yang sempat menjadi incaran, kini sudah berlabuh di Manchester United.

Satu-satunya aktivitas transfer besar Madrid adalah “memulangkan” Alvaro Morata dari Juventus. Sisanya adalah beberapa kepulangan pemain yang menjalani musim lalu dengan status pinjaman di klub lain. Tetapi, sejauh ini, Zidane merasa skuatnya sudah cukup bagus dan cukup dalam. Yang menyegarkan, ia percaya kepada pemain-pemain muda seperti Marco Asensio dan Lucas Vazquez, yang ikut menjadi bintang ketika Madrid menundukkan Sevilla pekan lalu.

“Sangat sulit untuk memperbaiki skuat kami. Kami punya pemain-pemain terbaik di tiap posisi, seperti yang kita lihat di Liga Champions,” ujar Zidane seperti dilansir ESPNFC.

Zidane memang benar. Madrid sesungguhnya masih punya bintang-bintang yang dapat diandalkan; Ronaldo, Bale, Karim Benzema, Luka Modric, Sergio Ramos, Marcelo, semuanya masih bisa diandalkan untuk jadi tulang punggung. Selain itu, Zidane juga masih menaruh kepercayaan pada James Rodriguez, yang sempat dikabarkan akan dijual.

“Jika kami tidak bisa mendatangkan siapa-siapa, maka kami tidak akan melakukannya. Kami punya skuat yang cukup dalam dan cukup bagus. Kami punya pemain-pemain berpengalaman dan pemain-pemain muda. Yang terpenting adalah kekompakan tim,” kata Zidane. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES