PT KONTAK PERKASA FUTURES – Keputusan PSSI memilih Makassar sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Pemilihan (KP) dipertanyakan oleh para voter. Mereka mengaku keberatan dan meminta kongres dilakukan di Jakarta karena dinilai lebih netral.

Seperti diketahui, PSSI telah memutuskan bahwa KP diadakan pada 17 Oktober di Makassar. Sebelum keputusan itu, pada KLB di Ancol beberapa waktu lalu memang ada permintaan dari salah satu voter yang meminta KP di Makassar, dan tuan rumah akan menanggung semua biaya.

Menurut Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, keputusan PSSI itu dilakukan secara sepihak. Alangkah lebih baiknya, Umuh menilai kongres dilakukan di tempat netral dan strategis.

“Saya setujunya di Jakarta, kenapa mesti jauh-jauh di Makassar. Lebih mudah di Jakarta, aksesnya gampang. Cari netral saja lah, lebih baik. Kalau ke Makassar nanti pesawat terbatas, kalau di Jakarta semua bisa,” ujar Umuh saat dihubungi, Senin (15/8).

“Sebetulnya itu belum resmi, mereka (PSSI) tidak merundingkan dulu karena mereka mengambil langkah sendiri. Seharusnya cari solusi terbaik. Waktu di kongres memang ada permintaan di Makassar, tapi kan cuma dari satu voter. Lebih baik di Jakarta, media juga bisa ikut mengawasi perbaikan ini.”

Oleh karena itu, Umuh berencana melayangkan surat kepada PSSI terkait hal tersebut. Dia berharap federasi sepakbola Indonesia itu bisa mempertimbangkan lagi keputusannya.

“Saya akan membuat surat untuk menanyakan kepada PSSI . Saya tidak setuju di Makassar. Kalau mau, lebih baik di Bali, lebih besar tempatnya. Semua gampang. Di Bandung saja agak ribet, karena lebih gampang ke Bandung daripada ke Makassar. Tapi saya tidak lah. Lebih baik di Jakarta lebih menguntungkan, transportasi mudah, pengawasan dari media juga ada.”

Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh manajer Persatu Tuban, Fahmi Fachroni. Menurutnya, Jakarta lebih netral dan ditakutkan kalau di Makassar bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

Apalagi sebelumnya sempat beredar kabar bahwa voter-voter sudah diundang rapat koordinasi di Makassar, padahal pendaftaran belum dibuka.

“Jakarta lebih netral akses lebih mudah. Kekhawatiran saya kalau di Makassar, akan ditikung pihak lain, sementara selama ini kami berjuang mati-matian. Dan sekarang sudah terlihat ada undangan koordinasi di Makassar,” kata Fahmi. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES