PT KONTAK PERKASA FUTURES – Ada kisah indah di Prancis musim panas 2016 ini untuk Wales. Tapi itu sudah berlalu dan tinggal jadi kenangan. Kini saatnya Wales merajut kisah baru.

Untuk kali pertama dalam sejarah persepakbolaannya, Wales tampil pada putaran utama Piala Eropa di Prancis lalu. Debut itu berjalan luar biasa mengingat semifinal sukses dijejak–sampai akhirnya disingkirkan Portugal yang pada prosesnya menjadi kampiun.

Pencapaian skuat Chris Coleman tersebut menjadi kian manis karena posisi empat besar tersebut adalah yang paling mantap untuk Wales di turnamen besar, melewati kesuksesan menembus perempatfinal Piala Dunia 1958–satu-satunya penampilan lain Wales di turnamen besar.

Apa yang terjadi pada musim panas itu niscaya masih amat membekas di hati skuat The Dragons–setidaknya untuk Coleman sang manajer. Tapi petualangan lain, dan kisah baru, sudah menanti untuk dijalani seiring dengan hadirnya kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Ketika saya tiba di rumah, selama dua pekan setelah Euro, istri saya sepertinya mengharapkan saya bersikap tertentu dan saya tidak seperti harapannya. Saya sedikit sedih,” ucap Coleman di Sky Sports.

“Situasi (Euro) amatlah menarik. Melelahkan, tapi ada segala macam emosi yang berkecamuk. Tanpa diduga tiba-tiba semuanya sudah selesai. Sudah habis dan Anda kembali pada realita sebagai seorang ayah dan suami. Itu amat berat dan Anda merindukan gegap gempitanya.

“Saat segalanya terjadi Anda merasa butuh istirahat, tapi ketika semua berakhir Anda justru menginginkannya lagi. Itu sedemikian spesial, tapi kini sudah selesai, momen itu telah tiada. Kami harus membuat sesuatu yang baru,” beber pria 46 tahun itu.

Wales menempati Grup D kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA bersama Austria, Serbia, Republik Irlandia, Moldova, dan Georgia. Moldova akan jadi lawan pertama saat dijamu di Cardiff pada 5 September mendatang.

“Saya tak yakin orang-orang bakal berpikir kami akan melenggang dari grup ini, tapi mungkin ada pengharapan kami memainkan sepakbola superatraktif, membuat peluang-peluang, dan mencetak banyak gol,” ujar Coleman.

“Jika seperti itu akan bagus, tapi saya tahu sepakbola seperti apa dan jarang sekali bisa seperti itu. Tim-tim lawan takkan main terbuka saat menghadapi kami, mereka akan melakukan apa yang juga sudah kami lakukan terhadap tim-tim lain pada periode sebelumnya, yaitu bertahan dan menunggu.

“Kami harus bersiap menghadapi tantangan dan tetap dalam persaingan lolos setelah lima pertandingan awal,” sebutnya. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES