Minyak WTI Sedikit Berubah ditengah Rendahnya Volume PerdaganganWest Texas Intermediate (WTI) naik untuk ketiga kalinya dalam empat hari setelah data industri menunjukkan stok minyak mentah turun di AS, pengguna minyak terbesar di dunia. Minyak Brent di London stabil.

Minyak mentah berjangka bulan Juli naik sebanyak 0,6 persen di New York. Pada pekan lalu pasokan minyak mentah menyusut sebesar 10,3 juta barel, kata American Petroleum Institute (API) kemarin. Laporan pemerintah hari ini diprediksi akan menunjukkan persediaan tidak berubah di dekat rekor tinggi, menurut survei Bloomberg News. Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah ditarik kembali dari perbatasan Ukraina, setelah Perdana Menteri Dmitry Medvedev memperingatkan Amerika Serikat dan Uni Eropa bahawa mereka beresiko memicu Perang Dingin yang baru.

WTI untuk pengiriman Juli naik sebanyak 65 sen ke level US$ 102,98 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level US$ 102,87 pada 10:17 pagi waktu Sydney. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 33 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak bulan Juni yang berakhir kemarin setelah turun 17 sen ke level US$ 102,44, terendah sejak 16 Mei.

Minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 7 sen ke level US$ 109,76 per barel di London berbasis ICE Futures Europe. Minyak mentah acua Eropa dengan premi sebesar $ 6,89 untuk WTI. Ini mengakhiri sesi di level US$ 7,36 kemarin.

Pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk New York futures, turun 261.000 barel pada minggu yang berakhir pada 16 Mei, kata API. Persediaan telah turun pasca pipa southern leg Keystone XL mulai menggerakkan minyak ke kilang Gulf Coast.

Artikel: kontakperkasa futures.