PT KONTAK PERKASA FUTURES – Yen sebagian besar mendatar di awal sesi Asia, Senin, hari dengan data regional ringan jelang komentar potensial dari Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda.

USD/JPY bergerak ke 104,16, mendatar, sedangkan AUD/USD diperdagangkan pada 0,7604, turun 0,17%. GBP/USD diperdagangkan turun 0,21% ke 1,2162.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir dikutip pada 98,08.

Minggu ini akan melihat kebijakan pasca konferensi pers pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis di tengah spekulasi mengenai apakah program stimulus akan diperluas lebih lanjut dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan dan inflasi. Juga dalam daftar pantauan angka PDB kuartal ketiga China, akan dirilis pada hari Rabu, dengan tingkat pertumbuhan yang diharapkan berkurang lagi.

Pada hari Senin, zona euro akan mempublikasikan data revisi inflasi. Dan AS akan melaporkan produksi industri dan aktivitas manufaktur di wilayah New York. Di antara pembuat kebijakan, Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato pada sebuah acara di Frankfurt dan Wakil Ketua Fed Stanley Fischer akan berpidato di New York.

Pekan lalu, dolar menguat pada hari Jumat setelah data penjualan ritel dan harga produsen AS yang solid mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Penjualan ritel AS naik 0,6% pada bulan September setelah turun 0,2% bulan sebelumnya,ditunjukkan oleh data Departemen Perdagangan, Jumat.

Laporan lain menunjukkan bahwa harga produsen AS naik luas di bulan lalu menambah pandangan bahwa perekonomian berada pada pijakan yang cukup kuat untuk kenaikan suku bunga oleh The Fed sebelum akhir tahun ini.

Laporan ekonomi yang optimis itu datang setelah risalah pertemuan September Fed Rabu lalu menunjukkan beberapa pejabat percaya hal tersebut akan sesuai dalam menaikkan suku bunga “relatif segera” jika perekonomian terus membaik.

Bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember, namun tingkat suku bunga tetap ditahan sejak saat itu di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang lamban.

Pertemuan Fed berikutnya adalah pada bulan November, tetapi kenaikan suku bunga menjelang pemilihan presiden dipandang sebagai hal yang tidak mungkin.

Ekspektasi tingkat suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Investor saat ini menghargai kesempatan 69,5% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Desember; menurut dana federal berjangka terlacak oleh Perangkat Pemantau Suku Bunga Fed. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES