PT KONTAK PERKASA FUTURES – Yen tetap stabil di sesi Asia pada Rabu, setelah data produksi industri Jepang mendatar dan perkiraan pemerintah ke depan berfluktuasi dengan fokus pasar beralih ke upah pekerjaan non-pertanian AS dan data PMI China di pekan ini.

USD/JPY stabil di 102,97, turun sedikit 0,03%, sedangkan AUD/USD diperdagangkan pada 0,7527, naik 0,23%.

Di Jepang, produksi industri untuk bulan Juli sementara mendatar pada bulan-ke-bulan, dibandingkan dengan kenaikan 0,8% terlihat. Pemerintah memperkirakan rebound 4,1% pada bulan Agustus dengan penurunan 0,7% pada bulan September akibat fluktuasi arus produksi.

Di Australia, kredit sektor swasta untuk bulan Juli menguat 0,4% seperti yang diharapkan pada bulan-ke-bulan. kredit perumahan naik 0,5%, tidak berubah dari bulan Juni.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menurun 0,12% menjadi 95,93.

Semalam, dolar mencapai level tertinggi dua minggu baru terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa, setelah komentar Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer menambah ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendatang. Menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan 24% dari kenaikan suku bunga pada bulan September.

Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen naik ke level tertinggi 11 bulan di 101,1 bulan ini dari pembacaan 96,7 pada bulan Juli, angka tersebut direvisi dari laporan sebelumnya 97,3. Catatan Agustus itu merupakan yang tertinggi sejak September 2015.

Para analis telah memperkirakan indeks tergelincir ke 97,0 pada bulan Agustus.

Greenback juga tetap terdukung setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan sebelumnya Selasa bahwa pasar tenaga kerja AS hampir dalam kekuatan penuh dan laju kenaikan suku bunga akan tergantung data selanjutnya.

Komentar itu muncul saat wawancara dengan Bloomberg TV dengan investor memandang ke depan pada laporan upah pekerjaan non-pertanian untuk bulan Juli, dijadwalkan hari Jumat.

Dolar AS telah menguat secara luas setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan dalam sebuah pidato di Jackson Hole Jumat lalu bahwa kasus menaikkan suku bunga AS telah menguat dalam beberapa bulan terakhir, mengutip perbaikan di pasar tenaga kerja dan harapan pertumbuhan ekonomi moderat. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES