PT KONTAK PERKASA FUTURES – Yen melemah di Asia pada Jumat (2/9), setelah investor memantau pertemuan dua hari G-20 di China pada akhir pekan mengenai komentar tentang perekonomian global dan menunggu data upah non-pertanian, indikator ekonomi utama AS bagi Fed untuk mengambil keputusan dalam tingkat suku bunganya.

USD/JPY bergerak ke 103,34, naik 0,12%, sedangkan AUD/USD diperdagangkan pada 0,7558, naik 0,08%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,02% ke 95,64.

Semalam, dolar berbalik lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis, setelah data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada bulan Agustus dan investor mengalihkan perhatiannya ke data upah non-pertanian AS di hari Jumat.

Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas manufaktur turun ke 49,4 bulan lalu dari bacaan bulan Juli di 52,6. Hal itu merupakan angka terburuk sejak Januari dan meleset dari harapan untuk sedikit penurunan menjadi 52,0.

Kamis malam, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal pada pekan yang berakhir 27 Agustus meningkat 2.000 menjadi 263.000 dari total pekan sebelumnya di 261.000. Para analis telah memperkirakan klaim pengangguran naik 4.000 ke 265.000 minggu lalu.

Pelaku pasar kini mengincar laporan upah non-pertanian di hari Jumat untuk indikasi lebih lanjut tentang kekuatan pasar tenaga kerja setelah Wakil Ketua Federal Reserve Stanley
Fischer mengatakan di awal minggu ini bahwa pasar tenaga kerja AS hampir dengan kekuatan penuh dan bahwa laju kenaikan suku bunga akan tergantung data selanjutnya. Menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed, investor menghargai kesempatan 24% dari kenaikan suku bunga pada bulan September.  (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES