PT KONTAK PERKASA FUTURES – Yen melayang sedikit lebih lemah di sesi Asia pada hari Senin menjelang data perdagangan dengan pasar pertajam fokus ke pemilihan presiden AS.

USD/JPY diperdagangkan di 103,97, naik 0,18%, sedangkan AUD/USD bergerak 0,7606, turun 0,04%. GBP/USD diperdagangkan pada 1,2219, turun 0,11%.

Jepang melaporkan neraca perdagangan tersesuaikan bulan September dengan surplus ¥200 miliar terlihat, dan ekspor diharapkan turun 10,4% tahun-ke-tahun dan {{ecl -996||impor}} terjun 16,6%. Poling menunjukkan Hillary Clinton akan memenangkan pemilihan presiden AS terhadap Donald Trump dan sekarang bekerja dalam tergerusnya mayoritas Partai Republik di kedua majelis Kongres.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir dikutip pada 98,62.

Ke depan pada hari Senin, anggota zona euro dan kawasan euro yang lebih luas akan merilis kilasan PMI bulan Oktober dan Kepala Fed New York William Dudley serta Ketua The Fed St Louis James Bullard akan berpidato.

Dalam seminggu ini, pembacaan awal pertumbuhan AS kuartal ketiga, Jumat, diperkirakan menunjukkan rebound signifikan dari kuartal kedua yang lamban.

Inggris Raya juga akan merilis perkiraan awal pertumbuhan kuartal ketiga pada hari Selasa, penampilan pertama bagaimana ekonomi berjalan sejak referendum Brexit 23 Juni.

Pekan lalu, dolar menguat pada hari Jumat, mencapai level tertinggi sejak awal Februari di tengah harapan tinggi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Dolar menguat setelah Presiden Fed New York William Dudley mengatakan Rabu bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga di tahun ini jika perekonomian masih berada dalam lintasan saat ini.

Tumbuh harapan bahwa Hillary Clinton akan memenangkan pemilihan presiden AS juga telah menambah kemungkinan kenaikan suku bunga Desember. Pertemuan Fed berikutnya adalah pada bulan November, tetapi kenaikan suku bunga menjelang pemilihan presiden dipandang sebagai hal yang tidak mungkin.

Harapan tingkat suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Investor saat ini menghargai kesempatan 64% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed bulan Desember; menurut dana federal berjangka terlacak oleh Perangkat Pemantau Suku Bunga Fed.

Dolar juga terdorong karena euro yang melemah setelah pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa di hari Kamis lalu. Presiden ECB Mario Draghi mengindikasikan bahwa bank sentral Eropa dapat memperpanjang program stimulus pada bulan Desember. (hnm) – KONTAK PERKASA FUTURES